Bagian IV Bab 4 Sejarah Quraish Tidak Menyertakan Hubungan Darah dengan Ismael

4. SEJARAH KAUM QURAISH TIDAK MEMASUKKAN HUBUNGAN DENGAN ISMAEL DALAM SILSILAH KETURUNANNYA

Argumen lain utk mengungkap kebenaran tentang Mekah adalah identitas suku Quraish, suku asal Muhammad, dan sejak kapan mereka menguasai Mekah?

Suku Quraish adalah kumpulan keluarga2 Yaman yg tidak punya hubungan keluarga apapun sebelumnya diantara mereka. Mereka dikumpulkan oleh Qusayy, kakek moyang Muhammad ke-8.

Ibn al-Kalbi, salah seorang sejarawan Arab terpenting menyatakan:

Suku Quraish adalah kumpulan keluarga2 yang berbeda, semuanya berhubungan satu sama lain lewat garis ayah, tapi bukan sebuah suku yang dimulai dari satu orang ayah atau satu orang ibu atau pembantu [71].
[71] Tarikh al-Tabari, I, page 511

Menurut al-Tabari, penulis biografi Muhammad dan juga penulis Hadis, arti dari “Quraish” adalah “kumpulan.” [Tarikh al-Tabari; I, page 511]. Ini mendukung pernyataan Ibn al-Kalbi. Salah seorang yang mengumpulkan keluarga2 ini adalah Qusayy bin Kilab [Tarikh al-Tabari; I, page 511]. Dia ditolong oleh saudara tirinya (dari pihak ibu), yg bernama Razeh bin Rabieh bin Haram. Razeh berasal dari suku Kuthaah, dari Yaman [Tarikh al-Tabari; I, page 506].

Dengan fakta sejarah ini, kita pastikan bahwa suku asal Muhammad belumlah ada sebelum Qusayy bin Kilab, kakek nomor 8 Muhammad [Ibnu Isham, I, hal 3], yg adalah orang Yaman. Karena saudara tirinya tinggal di Yaman, kita asumsikan Qusayy belum lama baru datang dari Yaman dan tidak diketahui asal usul kakek moyangnya. Kita hanya tahu dia bukan bagian salah satu suku yang dikenal. Kita juga bisa pastikan bahwa ketika dia ingin menguasai kota, dia tidak didukung oleh sebuah suku, sebuah hal yang biasanya dilakukan oleh orang arab dengan sangat teliti ketika mereka merencanakan perampokan/pendudukan. Malah, Qusayy bin Kilab mengumpulkan beberapa keluarga Yaman tanpa hubungan kesukuan diantara mereka. Kumpulan ini belakangan dikenal sebagai “Quraish”.

Tak ada keturunan yg diramalkan dari kakek moyang Muhammad dalam sejarahnya

Ini membantah klaim islam bahwa kakek moyang muhammad secara jelas digambarkan dan garis keturunannya dikenal luas di Arab, hingga ke Ismael. Jika benar demikian, kakek moyang Muhammad mestilah berasal dari sebuah suku yang besar, dikenal luas di Arab selama 2.600 tahun sebelum Muhammad. Jika benar, suku Quraish mestilah seperti suku Yudah, darimana Raja Daud berasal. Yudah terus menerus menjadi suku yang teroganisir dan terkenal setelah kematian Raja Sulaiman sekalipun. Terus terkenal hingga jaman Kristen. Cabangnya, yaitu suku Daud, dikenal dan diramalkan dalam sejarah Israel akan melahirkan seorang juru selamat. Tapi jika kita pelajari sejarah kakek moyangnya Muhammad, tidak ada suku sebelum kakek moyang ke-8. Tidak ada naskah2 kuno Yaman yang menyatakan keluarga anu atau suku anu yg dikenal sebagai sebuah suku2. Ini kebalikan dari ide bahwa keluarga Muhammad adalah keluarga tua dan keturunan2nya jelas dikenal, seperti yg ditulis dalam hadis2.

Pernyataan Ibnu al-Kalbi, bahwa Quraish adalah kumpulan beberapa keluarga dari latar belakang berbeda yg lalu membentuk sebuah suku, didasarkan pada fakta yang mana tidak ada penulis2 sejarah klasik yang menulis tentang suku2 di Arab, pernah menyebut ada suku bernama Quraish. Seperti Pliny ditahun 67 Masehi, penulis ini menyebut suku2 terkecil yang ada di Arab, tapi tidak menyebut tentang suku Quraish. Tidak juga penulis2 klasik lain yang datang setelah Pliny. Ini membuktikan bahwa, hingga akhir abad 3 Masehi, suku Quraish belum ada.

Qusayy membentuk Quraish dan menduduki Mekah dipertengahan abad 5 Masehi

Jika para penulis tidak mendokumentasikan keberadaan suku Quraish sebelum akhir abad 3 M, ketika suku itu baru terbentuk, lalu kapan mereka menguasai Mekah? Kita bisa memastikan ini dengan memperkirakan waktu antara Muhammad dan kakek moyangnya yang ke 8, Qusayy bin Kilab.

Muhammad lahir sekitar tahun 569 atau 570 M, ditahun yg dikenal sebagai Tahun al-feil atau tahun gajah. Ditahun itu bula Abraha, orang Ethiopia yang menguasai Yaman, masuk ke Mekah, memakai gajah2. Dengan anggapan generasi orang arab itu sekitar 20 tahunan, seperti telah kita telaah sebelumnya, kita bisa pastikan waktu antara Muhammad dan kakek no.8, Qusayy, sekitar 160 tahunan. Jika kita perkirakan bahwa Qusayy lahir sekitar 410 M, maka jadinya sekitar tahun 450-460 M ketika dia mengumpulkan dan mengorganisir beberapa keluarga yg belakangan dikenal sebagai kelompok Quraish dan menguasai Mekah. Logika ini sesuai dengan temuan2 dari akademisi lain bahwa Quraish menguasai Mekah sekitar abad 5 Masehi [72].
[72] Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page 169

Usaha tak logis dari Hadis2 utk menghubungkan moyang Muhammad dengan Ismael

Hadis mengarang silsilah kakek moyangnya Muhammad. Kakek ke 14 disebut Faher bin al-Nather, belakangan dinamai Quraish [73]. Kita lihat ini tidak sesuai dengan bukti2 sejarah. Ibnu Ishak juga mengarang seorang ibu utk Faher ini, disebutnya Jindalah, anak dari Amer, anak dari Hareth, anak dari Mathath al-Jurhami, yang katanya hidup di Mekah pada jaman Ismael. Ibnu Ishak mengklaim anak perempuan Mathath al-Jurhami menikahi Ismael, dan bahwa Mathath adalah raja Mekah ketika Ismael datang ke Mekah bersama ibunya, Hagar [74].
[73] Ibn Hisham I, page 3
[74] Al-Masudi, Muruj al-Thahab, II, page 52; Tabari I, page 510

Dg kata lain, Ibnu Ishak memberikan tiga generasi antara Faher dan Ismael. Jika tiap generasi arab itu sekitar 20 tahunan, maka akan ada sekitar 280 tahun antara Faher dan Muhammad, dan tahun 290 Masehi lah jatuhnya. Ismael harus hidup 60 tahun sebelum Faher, sekitar tahun 230 M. Tapi, kita tahu Ismael hidup sekitar tahun 2050 SM – perbedaan yang suaangat besar – yang harusnya membuat teman2 muslim kita berpikir tentang Hadis2 ini. Bodoh sekali jika bergantungan pada Ibnu Ishak dan Hadis2 utk informasi sejarah.

Quraish tidak pernah unggul di Arab Barat sebelum kebangkitan Islam

Hadis menyatakan suku Quraish unggul diseluruh dataran Arab, tapi klaim ini tidak ada bukti sejarahnya. Cukup melihat Najran. Sangat dikenal bahwa penghuni2 Najran, kota di perbatasan Yaman, adalah para bangsawan dan superior di Arab Barat. Sebagai kota yang kaya, Najran mendapatkan kehormatan dari orang2 arab. Najran juga tempat dimana kekristenan menyebar dan seorang uskup ditunjuk.

Penyair Arab sebelum Muhammad mengenali keunggulan Najran dan para penghuninya diatas seluruh orang Arab lain [75]. Hanya dibenak para muslim sajalah orang Quraish jauh lebih unggul dan hanya setelah Islam dimulai, karena dari suku itulah Muhammad berasal. Di Arab, suku yang menjadi pengadil punya kuasa atas suku2 lain. Suku Tamim punya kuasa demikian karena suku ini mengadili pertengkaran2 antar suku2 lain [76].
[75] Al-Agani, Abi Faraj Al-Asbahani, 10, page 145; 17, page 105
[76] “Mecca and Tamim,” Kister, pages 145 ff, quoted by Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page 156

Quraish tidak punya kuasa religius, tidak menguasai kabah di Mekah. Malah, Quraish memuja Kabah diluar Mekah

Quraish tidak pernah punya kuasa yang religius di arab barat karena orang2 sana adalah pedagang yang tidak punya keistimewaan religius. Hadis mengklaim Quraish adalah penguasa religius yang tidak dapat diganggu gugat sebelum islam muncul, tapi tidak ada kesaksian akan hal ini, bahkan para penyair arab sekalipun tidak mencatat hal demikian sebelum islam muncul [77].
[77] Jahiz, Tria Opuscula, page 63 ; Cf. R.B. Serjeant, “Haram and Hawtah , the Sacred Enclave in Arabia” ; quoted by Patricia Crone, page 181

Orang Quraish biasanya memuja di kuil di kota arab lain. Mereka melakukan dua perjalanan setiap tahun. Belakangan, setelah Muhammad menguasai Mekah, Qur’an melarang mereka melakukan perjalanan ini. Akademisi pikir perjalanan Quraish ini adalah ke sebuah sanctuary di Arab Utara dekat Aqaba. Pernyataan yg sama disebutkan oleh para penulis klasik lain. Nonnosus menyatakan bahwa ada kuil lain di teluk Aqaba yang menjadi tuan rumah suku2 Arab:

Orang Saracen, Phoinikon dan kelompok lain jauh hingga pegunungan Taurenian, menganggap suci sebuah tempat yg didedikasikan entah pada dewa mana, dan mereka berkumpul disana dua kali setahun, yg pertama berlangsung hingga satu bulan sampai pertengahan musim panas, yang kedua hingga dua bulan, selama melakukan ritual2 ini mereka berada dalam kedamaian satu sama lain [78].
[78] Nonnosus cited by Photius, Bibliotheque ,1, 5

Kabah yg ada di Arab utara ini menjadi daya tarik banyak suku2 Arab sehingga mereka melakukan perjalanan ritual hingga dua kali, yang pertama dibulan yang sama dengan bulan ramadhan sekarang. Quraish juga melakukan dua perjalanan setiap tahun, dan salah satunya adalah menuju Kabah ini [79].
[79] Tarikh al-Tabari, I, page 504

Kita asumsikan kabah yang ini dihubungkan dengan kabah terkenal lain di teritori Nabataean. Yang ini ada di kota Petra, teritori Nabataean juga, dekat dengan sanctuary di arab Utara dekat Aqaba tsb. Kuil Petra didedikasikan utk Dushare, dewanya orang Nabataean. Dushare disebut juga “The Lord of The House” dan kita tahu bahwa Kabah di Mekah juga disebut “The Lord of the House.” Karena mereka menjiplak julukan ini, ini mengindikasikan bahwa suku Quraish tahu tentang Kabah di Petra yang banyak disembah oleh suku2 arab lain [80].
[80] Ency. Relig., 9 page 122; cited by Jawad Ali, vi, pages 415 and 416

Quran menjiplak konsep Siang dan Malam yang oleh Mitologi Arab diterapkan pada Tuhannya Dushare

Menurut mitologi Arab, Dushare, Tuhannya Kabah di Petra, adalah Tuhan yang memisahkan Dewi Siang dari malam ketika mereka bertengkar satu sama lain setiap hari [81].
[81] Ency. Relig., 9 page 122; cited by Jawad Ali, VI, page 415

Banyak bangsa di Timur Tengah, termasuk orang arab, berpikir terjadi pertempuran setiap hari antara dewi siang dan dewa malam. Biasanya sang malam memulai perang dengan menyerang sang siang. Ketika sang malam memasuki peperangan, bumi berada dalam kegelapan. Dewa Utama ikut campur, memisahkan sang malam dan sang siang. Jadi muncullah terang di bumi. Biasanya kedua dewa siang dan malam akan berenang dengan matahari dan bulan. Sang malam adalah dewa sementara sang siang adalah dewi. Sang Malam mengejar sang Siang, berusaha keras utk menangkapnya.

Quran menjiplak konsep siang dan malam berenang dengan matahari dan bulan di angkasa raya. Siang atau malam muncul ketika salah satu dari mereka gagal dalam pertempuran mereka. Allah, bukannya dewa Arab Dushare, memisahkan siang dan malam dalam pertempuran mereka, membuat satu dan yang lain mendatangi bumi.

Dalam mitologi Arab, pagi hari adalah anak lelaki dari matahari. Orang arab menyebut matahari dengan kata “Thuka” dan pagi hari Ibn al-Thuka yang artinya anak lelaki dari Thuka. Mereka juga menggambarkan pagi hari atau siang, berenang dibelakang ibunya, sang matahari [82]. Kita temukan yang sama dalam hal menyamakan siang hari, pagi atau hari terang sebagai berenang dibelakang matahari dalam naskah2 suci Zoroastrian. Dalam Dina-I Mainog-I Khirat, bagian Teks Pahlavi, kita temukan Mitro, malaikat sinar matahari, berenang dibelakang matahari [83].
[82] Taj al-Aruss 10, page 137
[83] The Dina-I Mainog-I Khirad, Chapter LIII, 4, Pahlavi Texts, Part III, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 24, page 96

Mitologi Arab khususnya mempengaruhi Qur’an dalam mengklaim bahwa siang serta malam berenang bersama matahari dan bulan. Malah kita temukan Qur’an mengungkapkan berenangnya matahari, bulan, siang dan malam di “lautan angkasa.” Orang2 Persia, Sabian Mandaean dan sekte2 lain di timur Tengah dijaman Muhammad percaya bahwa lautan angkasa ada diantara angkasa dan bumi. Dalam surah 21, al Anbiya ayat 33:

[21.33] It is He who created the night and the day and the sun and the moon, all swim in a Falak.
[21.33] Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
(Terjemahan Depag Indonesia, disesuaikan dengan akal sang penerjemah, bukan arti sebenarnya)

Muhammad menjelaskan dalam hadis bahwa Falak adalah “lautan angkasa raya”. [84]
[84] Tarikh al-Tabari, I, page 49

Quran mengungkapkan mitos arab tentang Sang Malam yg meminta utk memerangi sang siang. Surah Al-A’raf 7.54

[7.54] He draweth the night as a veil over the day, seeking the day in power and velocity – to wrestle with.
[7.54] Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya…
(Terjemahan Depag Indonesia, disesuaikan dengan akal sang penerjemah, bukan arti sebenarnya)

Al-Bukhari, penulis Hadis Muhammad menjelaskan ayat berikut tentang terus menerus terjadinya pertempuran antara siang dan malam sampai Allah datang dan memisahkan mereka [85]. Dalam surah al-Zumar 39.5 Qur’an memakai istilah “Yukawer” utk pertempuran ini, artinya “bergulat dan menindihnya.” Arti ini dibenarkan oleh Munjid, Kamus Arab paling berotoritas [86]. Disini dia menampilkan ayat dalam surah al-Zumar sbb:
[85] Sahih al-Bukhari, 4, page 75
[86] Al-Munjid, page 702

[39.5] He – Allah – makes the night wrestle and pin down the day, and the day wrestle and pin down the night.
[39.5] Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Dengan kata lain, pertempuran antara siang dan malam disebabkan oleh Allah, yang oleh Muhammad dipakai utk menggantikan dewa Arab yg menjadi penyebab pertempuran itu.

Orang2 arab berpikir bahwa sang malam, sebagai dewa, itu lelaki dan siang itu perempuan [87]. Dipercaya juga bahwa terjadi siang jika sang malam menahan sang siang didepannya. Ini karena sang malam ‘berpakaian’ sang siang hingga wajah cantik sang siang tertutup kegelapan. Tapi ketika sang dewa memisahkan siang dari pelukan malam , maka malam akan sendiri tanpa keindahan warna sang siang, dan kegelapan menyelimuti seluruh permukaan.
[87] Halabieh 2, page 332

Seperti mitologi Arab, dewa memisahkan malam dari serangan dan pelukannya terhadap sang siang; kita lihat dalam Quran ketika Allah memisahkan malam ddari serangan dan pelukannya pada siang, hingga kegelapan muncul. Surah 36.37

[36.37] Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

Muhammad juga membicarakan seorang malaikat yang mengambil sang malam kedalam tangannya dan menaruhnya lagi agar berenang dilautan angkasa raya [88]. Mitos ini diambil dari mitologi Persia
[88] Tarikh al-Tabari, I, page 50

This entry was posted in BAGIAN 4. Bookmark the permalink.

8 Responses to Bagian IV Bab 4 Sejarah Quraish Tidak Menyertakan Hubungan Darah dengan Ismael

  1. el djufry says:

    Penulis artikel ini bodoh

    • jo says:

      kalau anda lebih pintar dri penulis, tunjukkan kesalahan2 penulis dg referensinya…kalau ga bisa berarti anda bodoh teriak bodoh…

  2. embun says:

    memang orang krsiten suka bermain sulap dan kata-kata, kitabnya sendiri saja diubah-ubah apalagi kitabnya orang lain. Kalau mau nafsir Quran jangan pakai bhs. Inggris, pakai bahasa Arab dengan kaidah yang benar. Kalau Nabi Muhammad yg membuat Al Quran, coba kamu buat semacam Al Quran pakai bhs. Arab, atau bhs. sesuka kamu, kemudian hafalkan seumur hidupmu, atau suruh orang yang paling pandai di dunia untuk menghafalkannya, kalau bisa itu baru jago dan sdr. boleh berkoar ke seluruh dunia bahwa Al Quran buatan Muhammad.

  3. embun says:

    Inilah salah satu kebodohan kristen dalam terjemahan :
    Alkitab Terjemahan Baru
    Kel. 20:11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
    Bible in Basic English
    Kel.20:11For in six days the Lord made heaven and earth, and the sea, and everything in them, and he took his rest on the seventh day: for this reason the Lord has given his blessing to the seventh day and made it holy.
    New King James Version
    20:11For [in] six days the LORD made the heavens and the earth, the sea, and all that [is] in them, and rested the seventh day. Therefore the LORD
    blessed the Sabbath day and hallowed it.

    Saya tidak pandai bahasa Inggris, setahu saya terjemahan kata rest= istirahat, rested = beristirahat, bukan berhenti = stop.
    Terjemahin bhs. Inggris aja nggak bener apalagi bhs. Arab. Ngaco lu !!!

    • Aisha says:

      Komen ente ngawur dan ga ada hubungan sama isi artikel yg dengan jelas membongkar kebusukan Islam dan Muhammad. Agama Islam didirikan diatas kebohongan.

  4. syah jehan says:

    penulis diatas tidak memahami bahwa bangsa arab terbagi jadi 3: ba’idah, ‘aribah,dan musta’ribah. bangsa arab yg asli adalah arab baidah yaitu spt kaum ad dll yg bnyk di azab allah,mereka keturunan sam, lalu datanglah arab aribah keturunan saba dari yaman yg memanglah keturunan ham yg telah tercampur dg sebagian bangsa arab baidah, sedang bangsa arab musta’ribah adalah bangsa non arab yang diarabkan, ia keturunan ibrahim dan ismail yang sebenarnya bangsa kan’an.. mereka berada di makkah atau kota bakkah menurut alkitab orang kristen,keberadaan tempat itu telah ditulis di alkitab sejak zaman ibrahim. keturunan ibrahim bercampurbaur dg qabilah arab dan menjadi bangsa arab musta’rabah. quraisy memang bisa bermakna kumpul dan qusay memang terlibat dalam pengumpulan dan penyatuan ketiga golongan ‘arab tadi. tapi garis keturunan qusay adalah dari arab musta’rabah dan dialah pewaris ka’bah yg dibangun moyangnya Ismael dan kuncinya dipegang turun temurun hingga ia dan sampai nabi muhammad

  5. Aisha says:

    @syaj jehan

    Bakkah sama sekali berbeda dengan mekkah. Belajar lagi gih , Alkitab tidak pernah menyebutkan kota Mekkah karna Mekkah blm eksis di jaman Alkiitab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s