Bagian VI Bab 3 Bagaimanakah Kita Menilai Moral Muhammad?

Muhammad secara terang²an menawarkan sex sebagai suap bagi Aws dan Khazraj

Usaha penyerangan pertama Muhammad terjadi ketika dia mengunjungi suatu suku untuk mengajukan tawarannya dan untuk mengetahui apakah mereka bersedia menerimanya atau tidak. Ketika dia tiba di tempat tinggal mereka, dia menemukan para wanita di situ. Dia menculik para wanita itu ke Medina, dan dia memberi perintah pada umat Muslim Medina untuk menikmati free sex dengan para wanita tersebut. [37] Dia melakukan ini untuk meyakinkan kedua suku Arab Medina bahwa dia benar² akan mewujudkan apa yang dijanjikannya, yang merupakan bagian dari perjanjian antara dia dan mereka.

Di manakah semua ini terjadi? Thaniat al-Wada’a terletak di luar kota Medina. Biografer Muhamad menjelaskan bahwa daerah ini dipakai Muhammad untuk melakukan percabulan. Buku Halabiyah berkata:

Ketika para sahabat Muhammad kembali ke Thaniat al-Wada’a dari Khaybar, mereka memanggil para wanita yang telah mereka setubuhi secara bebas dulu di Khaybar. [38]

Al-Wada’a adalah tempat tersendiri untuk melakukan hubungan sex dengan para wanita yang diculik dalam usaha penyerangan yang dilakukan Muslim bersama Muhammad. Muhammad mendorong sikap amoral dalam skala besar sampai pada lingkup di mana para wanita seluruh kota diseret ke sana untuk melayani kebutuhan sexual umat Muslim. Aku tanya sekarang, “Di sepanjang sejarah, agama manakah, selain agama Muhammad, yang didirikan di atas kegemaran sexual?? Sex merupakan karakteristik unik dari agama Muhammad. Para anthropologis mengatakan bahwa perbuatan free sex dan orgy (pesta sex) seperti ini seringkali dilakukan oleh pengikut berbagai sekte/aliran sesat yang terang²an menyembah setan. Umat Muslim seharusnya menyadari bahwa Tuhan yang sejati tentu membenci dosa dan sikap amoral. Kecabulan dan kerendahan akhlak yang diterapkan Muhammad untuk membangun agamanya menempatkan Islam sebagai kepercayaan yang sama rendah dengan kepercayaan klenik yang juga mempraktekkan perbuatan cabul tersebut.

Muhammad menanamkan kebencian dalam hati Muslim untuk bersiap melakukan Jihad terhadap seluruh non-Muslim, bahkan termasuk anggota keluarga mereka sendiri.

Setelah hijrah ke Medina, Muhammad mempersiapkan umatnya untuk melakukan Jihad. Muslim tidak diperbolehkan tinggal di daerah non-Muslim. [39] Dia menyuruh Muslim Mekah untuk berhijrah ke Medina, meninggalkan anak istri mereka yang non-Muslim. Tujuan hal ini adalah untuk memisahkan umat Muslim dari masyarakat non-Muslim mereka, agar Muhammad bisa lebih mudah mengontrol umatnya. Sebagai alat di tangannya, Muhammad dengan mudah memerintahkan mereka untuk melakukan perang dan perampokan yang telah direncanakannya terhadap seluruh kota² dan suku² Arabia.

Muhammad tidak memandang sebelahmata hubungan kekeluargaan, dan dia memerintahkan umatnya untuk tidak menunjukkan kebaikan terhadap anggota keluarga non-Muslim mereka. Dia mengatakan itu di Qur’an, Sura al-Mujadilah (58), ayat 22:

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

Di Qur’an, Sura at-Taubah (9), ayat 23 dan 24, Muhammad berkata:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.
Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Melalui ayat² ini Muhammad menerapkan dasar bagi umatnya untuk bersikap memusuhi anggota keluarga mereka sendiri. Hal ini dilakukannya agar umatnya siap melakukan Jihad melawan anggota² keluarga mereka yang tinggal di Mekah dan menolak menjadi Muslim. Di ayat 24, dia mengajarkan bahwa umat Muslim harus lebih mencintai Jihad daripada mencintai sanak keluarga mereka. Setelah Muhammad menanamkan kebencian di hati umatnya terhadap para bapak, saudara laki, istri, dll, dia menambahkan ayat pembunuhan dalam Qur’an, Sura at-Taubah, ayat 123:

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang berhubungan denganmu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Kata Arab untuk kata “berhubungan denganmu” dalam ayat ini adalah “Yalunakum.” Berdasarkan penafsir Qur’an, kata Yalunakum ini berarti “mereka dalam keluargamu yang dekat hubungannya denganmu, seperti bapak, anak laki, saudara laki, dan sepupu laki.” Al-Sabuni, penafsir Qur’an modern, memberi komentar tentang ayat di atas sebagai berikut:

Mereka harus memulai peperangan dengan anggota keluarga terdekat sampai mereka mencapai orang² yang lebih jauh hubungannya dengan mereka. [40]

Setelah Muhammad melarang menunjukkan kebaikan kepada ayah dan anggota keluarga di Q 9:23-24, dia melangkah lagi ke hal yang lebih buruk. Di ayat 123 tertulis bahwa Muhammad memerintahkan pembantaian ayah dan sanak keluarga yang tidak mau menjadi Muslim.

Bapak kafir dibunuh anak lakinya yang Muslim, dan Muhammad melarangnya untuk menunjukkan sikap menyesal atau sedih.

Setelah Muhammad mempersiapkan umatnya untuk membenci dan memerangi anggota keluarga mereka yang kafir, dia lalu mempimpin umatnya untuk mengungkapkan kebencian yang paling hebat yang pernah dicatat dalam sejarah manusia. Muhammad memimpin umatnya untuk menyerang kafilah² dagang Mekah, merampok harta bendanya, dan membunuh para pemimpinnya. Ketika masyarakat Mekah mengetahui kekayaan kota mareka dirampok oleh Muhammad dan umatnya, mereka berusaha mempertahankan apa yang menjadi milik mereka. Lalu Muhammad menyuruh umatnya untuk memerangi pasukan Mekah yang mencoba mempertahankan kafilahnya.

Tapi kemudian Muhammad melihat bahwa banyak dari pasukan Mekah yang merupakan ayah dari para umatnya. Muhammad lalu memerintahkan umat Muslim untuk berperang melawan ayah mereka sendiri. Dia tahu bahwa para bapak itu tidak akan tega membunuh putra mereka, meskipun putra mereka telah menjadi pengikut Muhammad dan mengancam keamanan perdagangan kota mereka. Justru karena itulah dia memilih umat Muslim Mekah untuk memerangi bapak mereka sendiri. Akibatnya, banyak bapak kafir yang terbunuh putra Muslim mereka sendiri. Di perang Uhud, Abu Ubaidah bin al-Jarrah membunuh ayahnya sendiri, dan dia lalu menjadi salah seorang pemimpin pasukan Islam.

Muhammad tidak hanya menyuruh Muslim membunuh bapak kafir mereka sendiri, tapi juga melarang Muslim untuk menunjukkan sikap sedih dan menyesal atas kematian bapak mereka. Abi Hudaifah ابي حذيفة membunuh ayahnya dalam penyerangan. Setelah itu, Muhammad mulai membuangi mayat² kafir ke dalam sumur. Abi Hudaifah melihat mayat ayahnya yang dibunuhnya, dibuang ke dalam sumur. Ketika Muhammad melihat raut wajahnya, dia berkata pada Abi Hudaifah, “Tampaknya kamu berperasaan tertentu pada ayahmu?” [41] Abi Hudaifah mengerti bahwa jika dia menunjukkan kesedihan, maka Muhammad akan marah padanya. Maka dia berkata, “Aku tidak berdukacita atas ayahku. Tapi demi Allah aku tahu ayahku adalah orang yang baik, murah hati dan disenangi. Aku berharap dia seharusnya menjadi Muslim.” [42]. Sekarang aku bertanya pada teman Muslim, “Apakah anak laki yang membunuh bapaknya sendiri itu melakukan perbuatan yang benar?” Anak laki itu mengakui kebaikan sifat ayahnya. Bukankah sifat yang baik, murah hati, dan disenangi menunjukkan bahwa kedudukan akhlak ayah itu lebih tinggi daripada putranya yang membunuhnya dan orang yang memerintahkan putra itu untuk membunuh bapaknya? Tiada sejarah apapun yang bisa menyamai kekejaman seperti ini!

Keterangan tambahan:
HALAL BUNUH BAPAK SENDIRI YANG MENOLAK ISLAM (Q9:24)

This entry was posted in BAGIAN 6. Bookmark the permalink.

16 Responses to Bagian VI Bab 3 Bagaimanakah Kita Menilai Moral Muhammad?

  1. ogie says:

    Pepatah islam mengatakan, ketika muslim berpikir bahwa agamanya(islam) sama atau setara dengan agama yang lain, maka muslim tersebut sudah mulai murtad atau menuju kafir.

    Padahal sejatinya muslim tersebut hanya berpikir untuk menjadi muslim yang baik.

    • sanna says:

      aku sering membayangkan, jika seandainya muslim tidak pernah ada di dunia ini pastilah dunia akan damai dan sejahtera. tak akan ada wilayah2 di afrika yang miskin, tak akan ada wilayah2 konflik di timur tengah, PASTI

  2. Fitnah yang ditujukan kepada Nabi Muhammad shallallaahu `alaihi wa sallam semakin membabi buta di forum ini.Begini ya nak. Astaghfirullaahal `adhiim. Ternyata Para Nabi yang lain pun banyak difitnah, bahkan disisipkan pada Al Kitab yang dijadikan Kitab Sucu Umat Yahudi dan Kristiani. Kalau tidak percaya telusuri di internet, apa kata Al Kitab mengenai utusan-utusan Tuhan berikut ini, Saya sendiri untuk ayat-ayat di bawah ini tidak percaya sama sekali. Ini hanya ulah penusis Al Kitab yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
    FITNAH 1: Nabi Ibrahim memiliki gundik.

    Kej 25:5. Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak,
    Kej 25:6. tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka–masih pada waktu ia hidup–meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.

    FITNAH 2: Nabi Nuh mabuk dan bugil.

    Kej 9:20. Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
    Kej 9:21. Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.

    FITNAH 3: Nabi Sulaiman memiliki gundik dan menyembah berhala.

    1 Raj 11:3. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
    1 Raj 11:9. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
    Kej 11:10. dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.

    FITNAH 4: Nabi Harun membuat berhala dan menyuruh orang2 Israel menyembahnya.

    Kel 32:3. Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
    Kel 32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”

    FITNAH 5: Nabi Luth berzina dengan kedua putrinya.

    Kej 19:30. Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
    Kej 19:31. Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
    Kej 19:32. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
    Kej 19:33. Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
    Kej 19:34. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
    Kej 19:35. Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
    Kej 19:36. Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
    Kej 19:37. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
    Kej 19:38. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

    FITNAH 6: Nabi Yakub (Israel) mengawini 2 perempuan adik-kakak sekaligus.

    Kej 29:26. Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
    Kej 29:27. Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.”
    Kej 29:28. Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya.

    FITNAH 7: Nabi Yakub penipu, ia bergumul dengan Allah dan menang (hebat ya???).

    Kej 27:35 Jawab ayahnya (Ishak): “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.”
    Kej 27:36 Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”
    Kej 32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
    Kej 32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
    Kej 32:26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
    Kej 32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
    Kej 32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
    Kej 32:29 Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.

    FITNAH 8: Nabi Daud (kakek Yesus) berzina dengan istri orang lain.

    2 Sam 11:2. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
    2 Sam 11:3. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”
    2 Sam 11:4. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
    2 Sam 11:5. Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”

    FITNAH 9: Tuhan akan membalas dendam kepada Nabi Daud dengan menyuruh orang lain meniduri istri-istrinya secara terang-terangan di depan seluruh orang Israel.

    2 Sam 12:11 Beginilah Firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu (Daud) yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan istri-istrimu di siang hari.
    2 Sam 12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi (dengan Batsyeba), tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”

    FITNAH 10: Nabi Daud bertelanjang bulat di depan budak-budak perempuan para hambanya.

    2 Sam 6:20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”

    FITNAH 11: Anak Nabi Daud, Amnon, memperkosa adiknya sendiri.

    2 Sam 13:11. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.”
    2 Sam 13:12. Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.
    2 Sam 13:13. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”
    2 Sam 13:14. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

    FITNAH 12: Anak Nabi Daud, Absalom, berzina dengan istri2 ayahnya.

    2 Sam 16:21. Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya.”
    2 Sam 16:22. Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel.

    FITNAH 13: Yehuda (Yahudi), anak Nabi Yakub, berzina dengan Tamar, menantunya sendiri.

    Kej 38:15 Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
    Kej 38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”
    Kej 38:17 Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.”
    Kej 38:18 Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.

    FITNAH 14: Ruben, anak tertua Nabi Yakub, berzina dengan gundik ayahnya.

    Kej 35:22 Ketika Israel (Yakub) diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.

    FITNAH 15: Nabi Yesaya berjalan telanjang bulat tidak berkasut tiga tahun lamanya; juga para tawanan raja Asyur.

    Yes 20:2 Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.
    Yes 20:3 Berfirmanlah TUHAN: “Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia.
    Yes 20:4 demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.

    FITNAH 16: Nabi dan Imam, keduanya fasik.

    Yer 23:11 “Sungguh, baik nabi maupun imam berlaku fasik; di rumah-Kupun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman TUHAN.
    Yer 23:12 Sebab itu jalan mereka akan seperti jalan-jalan yang licin bagi mereka; di dalam gelap mereka akan terserandung dan akan jatuh di sana; sebab Aku akan mendatangkan malapetaka atas mereka dalam tahun waktu mereka dihukum, demikianlah firman TUHAN.

    FITNAH 17: Segala nabi Samaria penyesat umat.

    Yer 23:13 Di kalangan para nabi Samaria Aku melihat ada yang kurang pantas: mereka bernubuat demi Baal dan menyesatkan umat-Ku Israel.

    FITNAH 18: Segala nabi Yerusalem berbuat zinah.

    Yer 23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora.”
    Yer 23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: “Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri.”

    FITNAH 19: Nabi-nabi berbuat dusta.

    Yer 23:30 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya. Yer 23:31 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi.
    Yer 23:32 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN.

    FITNAH 20: Segala nabi Israel bebal.

    Yeh 13:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
    Yeh 13:4 Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!

    • ogie says:

      kalo semua itu dianggap fitnah, lalu yang benarnya yang mana buu….?
      kalo Nabi Muhamad menyenangi istri anak angkatnya yaitu Zainab binti jash lalu dinikahinya (bahkan Alloh yang menikahkan, sesuai dengan quran) apakah itu fitnah juga ya…?

      • Sudahkah kamu mmpelajari soal Islam yang benar ? anda siapa ? bagaimana kedudukan anda di agama anda ? kok berani-beraninya bilang seperti itu ? sedangkan anda sendiri pasti tidak ingin tuhanmu itu di fitnah kan.

    • Banyu says:

      Sebagai orang terpelajar pasti kita belajar bagaimana mengambil sebuah kesimpulan, kesimpulan tidak bisa diambil hanya dari asumsi, tetapi harus ada bukti/fakta. karena yang kita bicarakan adalah peristiwa masa lalu. maka dat/fakta adlah dokumen masa lalu baik kitab, puisi, temuan arkeolod dan antropology waktu itu. Justru menjadi sebuah FITNAH bila kita mengambil kesimpulan berdasarkan asumsi kita dan mengabaikan dokumen masa lalu. Bila terjadi perbedaan informasi diantara dokumen masa lalu, maka ada metode yang bisa mengujinya, baik dari segi umur, dan kecocokan dengan dokumen sekuler yang ada.
      Masalah muncul ketika dokumen tersebut tidak sesuai atau bertentangan dengan informasi yang kita dapat selama ini, doktrin yang telah kita dapatkan telah membetuk paradigma kita, sehingga menolah semua informasi yang berbeda dengan paradigma tersebut. Mari kira belajar untuk menelaah sebuah informasi tanpa “menghakimi ” terlebih dahulu

  3. Semua yang ditulis di Al Quran itu benar adanya, karena Al Quran telah dijaga kemurniannya oleh Allah. Ayat tersebut bukan fitnah. Ini menjelaskan bahwa anak angkat itu bukan muhrim, dan tidak ada hubungan darah, jadi halal untuk dinikahi. Adapun fitnah-fitnah di Al Kitab (Bibel) itu bisa terjadi. Kita hanya berpegang pada prinsip, bahwa utusan-utusan Allah itu manusia pilihan yang jauh dari sifat tercela dan tidak terpuji. Jadi jika ada berita semacam itu, tidak usah dipercayai.
    Adapun riwayat-riwayat Nabi Muhammad saw yang bersumber dari hadis dari Al Tabari, Ibnu Ishaq, Ibnu S’ad dan beberapa lainnya tidaklah termasuk hadis-hadis otentik karena hadis-hadis ini juga tidak mempunyai sanad dan atau isnad. Jadi tidak bisa dipakai sebagai argumentasi. Apalagi Tabari juga menyebut dalam pembukaan kitab Tarikhnya bahwa beliau tidak menyaring berita-berita yang ada. Komentar selengkapnya dapat dilihat di:

    http://www.islamic-awareness.org/Polemics/sverses.html (Tabari’s Disclaimer)

    • ogie says:

      @sitti rahma
      persoalanya bukanlah anak angkat itu halal atau haram untuk dinikahi, kalau soal status hukum menikahi anak angkat, semua orang juga tahu bahwa hal itu halal hukumnya.
      Tapi ini soal moral seorang Nabi besar yang menjadi panutan semua Muslim, secara moral pantaskah Nabi besar menyukai istri anak angkatnya, kemudian karena anak angkatnya tersebut mengetahui bahwa sang nabi menyukai istrinya lalu diceraikanlah istrinya itu dan kemudian dinikahi oleh Nabi Muhamad SAW.
      Kisah ini ditegaskan oleh ayat quran dan bukan hanya dari kisah hadis saja.

      dalam Quran juga ada ayat yang seolah Alloh memotifasi manusia untuk berperang dan merampas harta musuhnya, seperti ayat ini

      “Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu ………. (QS. 48:20)”

      apakah ayat tersebut juga asli dari Allah dan dijamin keotentikanya..?

      • Soalnya yang kamu baca hanya sepenggal ayat … baca yang lengkap seluruh Al-qur’an. Sehingga bukan hanya spenggal-sepenggal saja yang kamu pahami, hingga membuat pikiranmu sempit soal Al-Qur’an. Soal Nabi menyukai istri anak angkatnya, kamu sudah yakin kah apa yang kamu katakan itu benar ?

        Dan soal perang itu, kamu aku tanyain deh… kalo kamu di perangi dahulu sama lawan mu, apa kamu mau diam aja ? Cuma orang tolol yang diam saja saat dirinya dalam keadaan bahaya …

    • Banyu says:

      apakah ini juga fitnah:
      Kisah Muhammad dan Maria (Budaknya Hafsa)
      (Surah No. 66, AT-TAHRIM)
      Latar belakang Sura ini:
      Saat itu adalah giliran Hafsa untuk bersetubuh dengan sang Nabi. Budak Hafsa yang bernama Maria, orang Koptik Kristen pemberian dari Raja Alexandria, juga berada di kamarnya ketika sang Nabi masuk. Maria adalah gadis remaja yang cantik jelita, merangsang sukma. Dia membangkitkan nafsu berahi pria manapun yang melihatnya; apalagi pria seperti sang Nabi yang diberi kekuatan seks sebanyak 30 pria oleh Allah. Kalau tidak percaya, lihat hadisnya:
      Hadis Sahih Bukhari Volume 1, Book 5, Number 268:
      Dikisahkan oleh Qatada:
      Sang Nabi diberi kekuatan seksual setara dengan 30 pria.
      )Buku : Sebab turunya ayat Al Quran oleh Jallaludin As-Suyuthi)
      Al Tabari bukan hadis tapi Tafsir, Ibn Ishaq itu penulis Sirah Rasul

    • Aisha says:

      @siti rahmah

      Alquran dijaga kemurniannya ? Koq bisa kalifah Usman membakar versi quran yg tidak sama dengan versinya ? Dan versinya iti hasil kerja Zaid.

      Tahukah ente kisah ayat2 quran (ayat2 rajam yg hilang dimakan kambing ? Kalo blm tahu segeralah cari tahu biar ga asal komen kosong dan semakin menunjukan bahwa Islam hanya untuk orang2 dungu dan bebal.

    • ahmad says:

      Buktinya

    • Danang says:

      @Sitti Rahmah: pelajari lagi jgn sepotong sepotong.
      @Husain Ahmad: Ibu siti ngembail sepenggal sepenggal ayat, jd tolong pelajari lagi.
      dan satu lagi ajaran agama ente mengajari buat mempertahankan diri dari fitnah, logikanya allah macam apa yg tak mampu membela agamanya sendiri, malahan nyuruh umatnya? memangnya allahmu bukan allah mahabesar? memangnya ente punya pangkat jendral muslim harus maju membela agama? ajaran kristen mengajarkan kasih bukan dgn adu mulut dan adu otot. kalo anda kurang paham dgn ajaran kristen silahkan belajar tanpa harus masuk kristen. upsss…

  4. Hahaha … mana pernah Muhammad menawarkan sex ? Ngigau ya ?

  5. Banyu says:

    Saya tertarik dengan tulisan Fitnah bu Siti, yang akhirnya bisa memunculkan fitnah baru, kenapa ? karena antara kesimpulan dan data/Fakta yang disampaikan itu berbeda dan bisa menimbulkan fitnah baru. Contoh:

    FITNAH 17: Segala nabi Samaria penyesat umat.
    Yer 23:13 Di kalangan para nabi Samaria Aku melihat ada yang kurang pantas: mereka bernubuat demi Baal dan menyesatkan umat-Ku Israel.

    Data mengatakan : di kalangan para nabi (among bhs Inggris) atau di antara jadi artinya ada beberapa dan keterangan waktu bahasa aslinya adalah present : jadi pengertiannya diantara/ada beberapa dari para nabi pada masa itu
    dan
    Kesimpulannya mengatakan: segala nabi Samaria, yang artinya semuanya dan bahkan bisa diartikan lintas waktu Past. present dan future ( baik yang lalu, kini atau yang akan datang)

    Kenapa suka sekali memelintir informasi ya, dan sebaliknya bila ada informasi yang jelas yang merugikan dan terus berkilah itu hadist palsu, atau fitnah dll
    Kalau orang sudah pakai prinsip “pokoknya” itu yang susah: pokoknya aku yang benar jadi kamu pasti salah, karena karena yang benar. “aku akan menghakimi kitabmu dengan kitabku, karena standarnya adalah kitabku”
    Kalau mau perbandingan “paradigmanya” harus netral. 2 kitab yang berbeda dibandingkan tidak pernah sama. tergantung siapa “Hakimnya”, kalau Kitab A jadi hakimn ya maka Kitab B pasti dinyatakan salah. jadi jangan pakai iman yang “buta”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s