Bagian IV – Perihal Keturunan Ismael dan Islam

1. Ismail dan keberadaan mereka berdasarkan sejarah

Klaim bahwa Ismail beserta anak keturunannya hidup dan tinggal di Mekah, membangun kabah disana dan mendominasi Arab adalah sangat tidak berdasar sejarah. Jika kita pelajari sejarah arab secara langsung, kita bisa terhindar ancaman terselewengkan dari wahyu Tuhan dalam al kitab.

Hadis mengklaim bahwa Ismail dan ibunya yg orang mesir meninggalkan Palestina dan tinggal di Mekah. Hadis juga mengklaim ismail dan ayahnya, Abraham/Ibrahim, membangun Kabah di Mekah. Dikatakan bahwa Ibrahim berangkat ke Mekah mengendarai Unta bersayap. Hadis juga menyatakan anak2 ismail tinggal di Mekah dan Yaman, dan keturunannya, ismaelit, juga tinggal disana.

Semua ini ditulis dalam Hadis islam agar muslim bisa menghubung-hubungkan Muhammad dengan Ismail, meski kita tahu bahwa Muhammad berasal dari suku Quraish, yang aslinya adalah dari keluarga Sabian, dan tidak pernah tersangkut hubungan keluarga dengan Ismail.

Sebelumnya kita telah pelajari bahwa Mekah tidak ada sebelum abad 4 Masehi. Ini menunjukkan kita bahwa klaim islam akan Ibrahim dan ismail tinggal di Mekah adalah juga salah secara sejarah. Kita juga sekarang tahu bahwa komunikasi antara Palestina dan Arab tengah, barat serta selatan adalah tidak mungkin, sampai kota2 dibangun di oasis2 Arab utara sekitar abad 10 dan 9 SM.

Penelitian sejarah Kaum Ismael sangat menarik. Kita baca mereka tinggal didaerah dimana Mekah akhirnya dibangun. Kita lihat lewat penelaahan2 terdahulu bahwa daerah sekitar Mekah belum ditinggali sepanjang perioda Assyria dan Kaldean (10 SM – 6 SM), dan sepanjang jaman para penulis dan pembuat peta orang Yunani dan Romawi (abad 5 SM hingga era kristian).

Ismael tinggal di Gurun Paran sepanjang hayatnya, sebuah padang gurun dibagian timur Laut Sinai, bukannya di Mekah.

Baik sejarah maupun Alkitab memberitahu kita bahwa Ismael tinggal bersama ibunya, Hagar, di Gurun Paran, timur Laut Sinai tidak jauh dari perbatasan Palestina Selatan. Paran adalah juga tempat dimana Musa mengirim 12 orang mata-mata utk mengumpulkan informasi tentang Tanah Perjanjian Kanaan. Ismael tinggal di daerah Sinai sepanjang hidupnya. Salah satu fakta yang telah saya berikan sebelumnya sebagai bukti tentang ini adalah bahwa Ismael dan Ishak hadir ketika penguburan Ayahnya, Ibrahim/Abraham. Jika Ismael tinggal di tengah2 daerah Arab bag Barat, dia tidak mungkin bisa menghadiri penguburan ayahnya itu. Jarak antara Mekah sekarang dan Hebron (tempat dimana Abraham meninggal) sekitar 1500 km. Saat itu utk melakukan perjalanan 1.500 km akan memakan waktu lebih dari lima bulan. Kondisi cuaca disana mengharuskan orang yang meninggal dikubur pada hari yang sama. Karena Ismael tinggal di Paran yang dekat dengan Hebron, maka dia dapat dengan mudah pergi ke Hebron dalam waktu kurang dari satu hari.

Tempat Tinggal Ismael telah ada sebelum dia lahir

Pertama kali Hagar meninggalkan rumah Abraham, dia pergi ke padang gurun Shur. Padang gurun ini terdapat di perbatasan Sinai dan Mesir, sepertinya Hagar berusaha utk kembali ke kampung halamannya, Mesir. Kita baca dalam kitab Kejadian 16:7-10:

Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.” Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.” Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan berhadapan dengan semua saudaranya.”

Sang Malaikat menetapkan bahwa Ismael ditakdirkan utk hidup “ditempat kediamannya menentang semua saudara2nya.” Artinya, “tinggal didaerah dimana keturunan saudaranya Ishak juga tinggal.” Anda mungkin ingat turunan Ishak adalah Yakub dan Esau. Yakub tinggal ditanah Kanaan, dikenal sebagai Palestina, sementara Esau tinggal di Jordan selatan. Ismael tinggal diantara kedua daerah tsb, dipadang gurun Paran, persis seperti yang dikatakan sang malaikat sebelum Ismael lahir. Secara sejarah, kita akan melihat keturunan2 Ismael terus bertempat tinggal didaerah yg sama. Keturunan Ismael pindah ke Jordan Selatan, ke Sinai dan hingga utara ke arah Gilead dan daerah lain di padang gurun Mesopotamia, tapi mereka sama sekali tidak pernah pindah kedaerah dekat Mekah.

Bukti2 lain bahwa Ismael menghabiskan hidupnya di Timurlaut Sinai

Jika kita ikuti sejarahnya Ismael, kita lihat dia tetap tinggal di Palestina Selatan. Dia bersosialisasi dengan ponakannya Esau, anak dari Ishak. Pada akhirnya Esau menikahi anak perempuan Ismael dan pindah ke selatan Trans-Jordan, tidak jauh dari Paran dimana Ismael tinggal.

Anak perempuan pertama dari Ismael yg dinikahi Esah adalah Mahalath, dalam Kitab Kejadian 28:9 kita baca:

Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayo

Ini terjadi ketika Ismael masih hidup. Alkitab tidak menceritakan anak keturunan dari pernikahan Esau dan mahalath. Tapi ada disebutkan anak perempuan Ismael yg lain, Basmath, dalam Kejadian 36:3. Esau juga mengambilnya sebagai istri dan melahirkan anak2 lelaki bagi Esau. Setelah dia menikahi Basmath, kita baca:

36:6 Esau membawa isteri-isterinya, anak-anaknya lelaki dan perempuan dan semua orang yang ada di rumahnya, ternaknya, segala hewannya dan segala harta bendanya yang telah diperolehnya di tanah Kanaan, lalu pergilah ia ke negeri lain dan ia meninggalkan Yakub, adiknya itu.
36:7 Sebab harta milik mereka terlalu banyak, sehingga mereka tidak dapat tinggal bersama-sama, dan negeri penumpangan mereka tidak dapat memuat mereka karena banyaknya ternak mereka itu.
36:8 Maka menetaplah Esau di pegunungan Seir; Esau itulah Edom.

Ketika Esau di Kanan, dia bisa bersosialisasi dengan Ismael, karena Ismael tinggal di Paran, tidak jauh dari perbatasan Kanaan.

Hal lain yang disebutkan dg jelas dalam Alkitab adalah bahwa Ismael tinggal “berhadapan dg semua saudara2nya.” Frasa ini secara umum berarti bahwa dia tinggal sepanjang hidupnya didaerah yg itu2 juga. Didaerah itu pulalah tinggal anak2 dari saudaranya, Ishak. Yakub tinggal di Palestina, dan Esau tinggal di Edom di Jordan Selatan.

Keturunan Ismael terus tinggal di Sinai hingga abad 19 SM

Keturunan Ismael dijaman Yusuf digambarkan sebagai pedagang antara Gilead (Jordan utara, perbatasan Syria) dan Mesir. Yusuf dibawa ke Mesir sekitar 1863-1860 SM.

Kita baca dalam Kitab Kejadian 37 dimana anak2 Yakub menjual Yusuf, saudaranya, ke sebuah perusahaan keturunan dari Ismael yang datang dari Gilead membawa balsem dan barang2 lain ke Mesir.

Kitab Kejadian 37:25-28
37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir

Perhatikan ayat 28, alkitab menyebut saudagar2 dari Midian dan orang Ismael. Dalam Kejadian 39:1, orang yang mengambil Yusuf ke Mesir sekali lagi disebut orang Ismael. Perubahan istilah dari ‘orang Ismael’ ke ‘Orang Midian’ tumbuh karena perserikatan yg dijalin antara orang Ismael dan orang Midian, yang juga menghuni daerah selatan Sinai. Kita temukan ini dalam kitab Hakim-hakim, yang akan kita bahas kemudian.

Ayat2 dalam Kitab Kejadian bab 37 dan 39 menunjukkan bahwa di abad 19 SM orang2 Ismael tinggal di Palestina selatan dan kemungkinan satu atau lebih suku mereka menghuni sekitar Trans-Jordan dan Gilead, dimana mereka menghasilkan produk rempah2 dan hasil pertanian seperti minyak, balsam dan myrrh. Kelompok ini berdagang dengan negara2 tetangga seperti negara Mesir yg ada diperbatasan Sinai. Jika orang2 Ismael tinggal didaerah dimana Mekah belakangan dibangun, lalu gimana mereka berjalan sejauh itu ke Gilead diperbatasan Syria? Jika mereka hidup dekat Mekah, akan lebih mudah bagi mereka utk mendapatkan rempah2 yang lebih berkualitas dari Yaman. Yaman jauh lebih dekat dengan Mekah. Terlebih lagi, karena Mekah dibangun dijalur Yaman ke Palestina, orang2 Ismael tidak perlu bepergian utk mendapatkan rempah2 terbaik dari Yaman karena karavan yg membawa Rempah2 Yaman akan selalu liwat tempat mereka. Produk2 Yamani dikenal terbaik didunia pada jamannya.

Hal lain yg penting adalah padang gurun Mekah dan lembahnya dikenal akan tanaman Balsam. Tanaman Mekah ini – pohon pendek di gurun pasir – mendapat popularitas khusus didunia Muslim abad pertengahan, dan menjadi sumber resin [Cf.Lane, Lexicon, S.V.Balsan; Grohmann, Südarabien, 1, 156; cf Jacob, Beduinenleben, p. 15.; quoted by Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page 65]. Berdagang balsam Mekah dimulai hanya setelah islam bangkit di awal abad 7 M [Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page 66]. Karena pohon balsam adalah pohon lokal daerah sekitar Mekah, siapapun yang hidup dijaman Yusuf akan menemukan pohon itu dekat rumah mereka di Mekah. Jadi utk apa pergi ke Gilead membeli Balsam? Utk apa membayar mahal utk sesuatu yang dapat mereka temukan dengan mudah dan gratis dekat rumah mereka? Mereka pergi ke Gilead karena Gilead lebih dekat dengan rumah mereka daripada Padang Gurun Mekah.

Semua ini memastikan kisah alkitab bahwa orang2 Ismael tinggal dekat dengan ayah mereka, Ismael, tinggal: di padang gurun Paran, perbatasan Trans-Jordan. Karena jalur dagang antara Palestina dan Mesir, mereka melakukan kontak antara Palestina timur dan Palestina selatan dari utara dan dengan Padang Gurun Shur di barat laut. Lokasi strategis orang2 Ismael di Paran – antara Jordan utara dan jalur dagang ke Mesir – membuat mereka, yg pedagang lokal, bisa membeli produk dari tetangga2 dan menjualnya ke Mesir, konsumen paling penting mereka saat itu.

Mengklaim bahwa Ismael dan keturunannya tinggal di Mekah dan membangun ka’bah lalu mendominasi Arab tidaklah berdasarkan sejarah. Muslim harusnya tidak berkeras berpegangan akan apa yang diajarkan pada mereka. Mereka harus menyelidiki sejarah sendiri. Ini akan membantu mereka mengerti wahyu Tuhan yang ada dalam alkitab agar mereka bisa mendapat kebenaran yang bisa membawa mereka pada kebebasan. Tidaklah sulit utk mendapat jalan yang lurus, karena jalan bengkok penuh dengan kesalahan2 sejarah yang jelas bagi pikiran jujur dan penuh pertanyaan.

Lokasi orang2 Ismael dijaman Musa

Kita lanjutkan penelaahan akan orang2 Ismael, yang merupakan keturunan Ismael, anak dari Abraham dari Hagar. Kita akan melihat tanah tempat tinggal mereka sepanjang sejarah dan khususnya, dimana mereka tinggal ketika jaman Musa.

Musa lahir sekitar tahun 1525 SM. Dia habiskan 40 tahun hidupnya di Sinai selatan dekat Gunung Sinai, daerah yang dihuni oleh orang2 Midian ketika itu. Ini terjadi setelah dia kabur dari mesir ketika Firaun tahu dia telah membunuh orang mesir yang membunuh orang israel.

Di Sinai dia tinggal bersama Jethro, pendeta Midian, dan menikahi salah seorang putrinya. Musa menjadi penghuni Sinai, menggembalakan ternak mertuanya. Ini terjadi sebelum Tuhan muncul padanya dan memerintahkan utk kembali ke Mesir dan membawa orang2 Israel keluar dari Mesir. Bukan saja Musa tinggal selama 40 tahun di Sinai, tapi dia juga menghabiskan 40 tahun hidupnya berkelana di padang gurun Sinai sebelum Tuhan mengijinkan orang2 Israel memasuki Kanaan. Masa 40 tahun kedua terjadi karena hukuman tuhan terhadap orang2 Israel, yg meskipun telah diberikan mukjijat2 di Mesir, tapi tetap memberontak terhadapNya ketika Dia memerintahkan mereka utk menaklukan tanah perjanjian.

Tidak lama setelah orang israel meninggalkan Mesir, Tuhan memerintahkan Musa utk mengirim 12 orang mata-mata ke Kanaan utk persiapan menaklukan tanah tsb. Ketika mata2 itu kembali dengan laporan betapa kuat dan tinggi orang2 Kanaan itu, orang2 Israel merasa takut. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan akan membantu mereka, jadi mereka berontak. Mereka ingin membunuh Musa dan kembali ke Mesir. Itu sebabnya Tuhan marah dan bersumpah bahwa generasi Musa tidak akan masuk tanah perjanjian, melainkan anak2 mereka. Jadi dia membuat mereka berkelana di padang gurun Sinai sampai generasi tua meninggal di padang gurun itu.

Musa hidup di Sinai selama 80 tahun, lima buku yang ditulis Musa atas inspirasi Tuhan, yg dikenal sebagai Pentateuch, adalah sumber yang sangat bisa diandalkanakan lokasi2 orang2 Ismael. Dalam 80 tahun itu, Musa mengontak orang2 Midian dan pastinya juga dengan orang Ismael dan Amalek, orang2 yang ditulis dalam Pentateuch sebagai penghuni Sinai saat itu.

Dihuninya Sinai oleh orang Amalek, Midian dan Ismael

Orang Amalek adalah suku yang diturunkan Edom, adalah keturunan Esau, Anak pertama Ishak. Orang Edom tinggal di bagian selatan Trans-Jordan, tapi orang Amalek tinggal di bagian timur Sinai dan melakukan kontak dengan orang Edom. Orang Midian tinggal di selatan sekitar gunung Sinai, sebelah Teluk Aqaba, juga dipanggil sebagai orang Elath. Orang Ismael adalah orang2 Nomad yang menempati baik utara dan tengah dari Sinai sejauh perbatasan Palestina. Orang Ismael tidak terorganisir secara militer seperti suku2 Amalek dan Midian. Setidaknya sampai jaman Gideon dimana Ismael mulai terorganisir secara militer dibawah sekutu yang dipimpin oleh orang Midian dan Amalek.

Laporan Musa (Penghuni Sinai selama 80 tahun) mengenai lokasi orang Ismael dijamannya

Musa, yang menghuni Sinai selama 80 tahun, bisa dianggap sebagai cendekiawan atau ahli akan macam2 etnis orang yang tinggal di sekitar Sinai. Tulisan2 Musa dalam kitab Kejadian bisa dijadikan dokumen penting mengenai sejarah orang Ismael dijaman kuno. Dalam Kejadian 25:12-18 dia menjelaskan bagaimana dia mengamati suku Ismael :

25:12 Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.
25:13 Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,
25:14 Misyma, Duma, Masa,
25:15 Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.
25:16 Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.
25:17 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
25:18 Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.

Kita mengerti dari ayat2 ini bahwa keturunan Ismael sudah terorganisir menjadi 12 suku dijamannya Musa. Setiap suku diperintah oleh seorang raja. Musa juga menjelaskan daerah tempat tinggal mereka masing2; yaitu antara Hawila sampai Shur. Musa menulis: “Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur.” Kita bisa tahu dibagian mana di Sinai dua lokasi itu berada.

Mengidentifikasi daerah yg disebut “Dari Hawila sampai Syur” yang disebutkan Musa tentang lokasi orang2 Ismael dijamannya

Frase “dari Wahila sampai Syur” digunakan dalam alkitab utk menunjukkan jarak terjauh sepanjang bagian utara dari Sinai. Dibagian timur adalah “Hawila” dan di barat ada “Syur”. Kita bertemu dengan istilah ini lagi dalam Kitab Samuel 15:7, dimana alkitab mencatat serangan Saul terhadap orang Amalek (Saul adalah Raja pertama Israel):

Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.

Orang Amalek dari keturunan Elifas, anak pertama Esau, anak dari Ishak. Ini kita baca dalam Kejadian 36:12:

Timna adalah gundik Elifas anak Esau; ia melahirkan Amalek bagi Elifas. Itulah cucu-cucu Ada isteri Esau.

Dalam ayat 16 bab tsb, ada tiga suku berasal dari Elifas, yaitu Korah, Gatam dan Amalek. Orang Amalek aslinya tinggal bersama dengan suku2 Edom di Jordan Selatan, tapi belakangan mereka pindah kebagian barat Sinai dan Palestina Selatan. Mata2 yg dikirim Musa ke tanah Perjanjian melapor bahwa orang Amalek tinggal dengan orang Kanaan, yang juga tinggal di Palestina Selatan. Kita baca ini dalam Kitab Bilangan 13:29 dan 14:25.

Keluaran 17:8 menuliskan bahwa selama perpindahan orang Israel lewat gurun Sinai, orang Amalek datang dan berperang dg mereka di gurun Rephidim, Sinai Selatan. Sepertinya orang Amalek memerangi israel disana utk mencegah mereka pindah kebagian timur Sinai dan masuk ke Kanaan Selatan. Di abad 12 SM, jaman Gideon, orang Amalek membentuk persekutuan dengan orang Midian, Ismael dan ‘orang2 Timur’, yang mereka pikir adalah suku Edom dan suku2 lain yg tinggal di Israel Timur. Mereka perang melawan Israel. Dalam Hakim2 3:13, dikatakan bahwa orang Amalek juga bersekutu dengan suku Moab dan Ammon melawan Israel, menempati ‘Kota Palem’, yaitu Jericho.

Sekitar 1040 SM, jaman Raja Saul dari Israel, orang2 Amalek melebarkan tempat tinggal mereka ke Sinai Barat, sampai ke gurun Syur di perbatasan Mesir. Saul meminta orang Kenit utk “pergi dari orang2 Amalek, atau aku hancurkan sekalian dg orang Amalek.” Jethro, pendeta Midian, mertuanya Musa, berasal dari Suku Kenit.

Suku Kenit menemani Israel dalam perjalanan ke Jericho dan tinggal diantara Palestina Selatan dan Gunung Sinai. Suku Amalek masih hidup si Sinai Timur Laut, Judah selatan, persis ditempat dimana mereka tinggal ketika jaman Musa. Orang Amalek juga memasuki Sinai selatan dan bergerak kearah barat. Kita baca, “Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.” Ini daerah yg sama dimana orang Ismael tinggal di jaman Musa. Jelaslah bahwa Hawilah adalah tempat terjauh bagian timur Sinai. Saul memukul orang Amalek; lalu Daud menyerang sisa sukunya ketika dia menyerang suku2 lain didaerah yg sama.

Amalek, setelah kekuasaan Daud, tidak lagi merupakan suku yg terorganisir, juga tidak disebut2 lagi dalam Alkitab. Dg kehancuran suku ini, orang2 yg tinggal di Sinai menyerap sisa2 yg masih hidup disana. Tapi, hadis islam bilang orang Amalek menempati Mekah sejak jaman Kuno. Kita tahu bahwa klaim islam ini tidak punya dasar sejarah sama sekali karena orang Amalek kita ketahui sebagai orang lokal di Sinai timur laut sebelum mereka punah sekitar abad 10 SM.
Kita baru saja menelaah perbatasan timur orang Ismael, yaitu Hawila. Hawila berlokasi di perbatasan Sinai Timur

Shur, Sinai Timur Laut

Kita alihkan perhatian ke perbatasan barat mereka, yaitu Shur, yg berlokasi dibagian paling ujung timurlaut Sinai. Ketika musa membawa orang Israel keluar Mesir, mereka keluar dari daerah Goshen, area subur di utara Mesir antara kota Mesir kuno Raamses dan Heliopolis. Musa menyeberangi Laut Merah. Lalu sampai ke padang gurun Shur. Kejadian 15:22

Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur;

Kita lihat bagian selatan Gurun Shur mulai dari perbatasan Sinai-Mesir hingga awal teluk Suez. Bagian utara Shur hingga mendekati bagian Sinai dekat Mediterania.

Di jaman Musa, orang Ismael menempati bagian tengah dan utara Sinai. Lalu bagaimana bisa kemudian kata Islam mereka tinggal di Mekah sejak jaman Ismael?

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa di abad 16 – 15 SM, jaman Musa, orang Ismael meninggali bagian tengah dan utara sinai. Mereka terus hidup di Gurun Paran dimana Ismael tinggal, dan melebarkan domain mereka lebih jauh ke timur, kearah Hawila di perbatasan dengan Jordan Selatan. Ini termasuk bagian utara Sinai yang disebut dengan gurun Zin. Di Barat mereka melebarkan domainnya hingga ke Gurun Syur sampai mencapai perbatasan Sinai-Mesir. Jelas bahwa selama 400 tahun sejak kematian Ismael, keturunannya terus menerus tinggal disekitar daerah yang sama. Mereka tinggal di Sinai, agak melebar sekitar Paran, yang merupakan daerah Sinai juga.

Lalu bagaimana bisa Ismael dan anak2nya tinggal di Mekah? Bagaimana bisa mereka membangun Kabah disana dan mendirikan agama monoteis di Arab?

Alkitab, sumber yg bisa diandalkan akan sejarah jaman kuno, menunjukkan bahwa mereka tinggal di Sinai. Mustahil mengajarkan Ismael dan keturunannya adalah penemu dan pendiri agama Arab di sebuah kota yang bahkan belum ada dibangun hingga abad 4 Masehi. Ini mengabaikan sejarah yg sejati dari orang2 Ismael dan tempat tinggal mereka sepanjang jaman kuno di Sinai tengah dan Utara.

Apa yang menyebabkan orang percaya kebohongan demikian? Muslim percaya, sebagian besar karena tulisan2 orang seperti Ibn Ishak, yang hidup diabad 8 Masehi. Dia mengarang sejarah baru agar cocok dengan kisah2 Muhammad dalam Quran. Meski Ibn Ishak dianggap sering mengarang kisah palsu dan tidak berdasar sejarah, bahkan oleh ulama2 islam sekalipun, tapi dia punya banyak pengikut. Dengan mempelajari sejarah dan Alkitab, kita lihat klaim2 demikian hanya diterima oleh orang2 yang gagal mempelajari kebenaran, dokumen sejarah dan hanya bersandarkan pada hadis2 dan tulisan2 ulama islam.

Orang Ismael di abad 12 SM tetap tinggal di Sinai

Abad 12 SM, Orang Midian jadi dominan dan berkuasa di Sinai ketika suku2 disana bersatu. Bagian utara dihuni oleh Ismael dan selatan oleh Midian. Persatuan ini begitu kuat sehingga semua suku2 di daerah sana hanya dikenal sebagai Suku Midian.

Kita lihat generalisasi ini dalam Kitab Hakim2 6:8, dimana Alkitab menjelaskan penghuni Sinai tahun 1162 SM, sebagai perlawanan terhadap Israel selama tujuh tahun. Kitab Hakim2 6:1-3:

6:1. Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,
6:2 dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
6:3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;

Hakim2 8:24 menyebut orang yg sama sbg orang Ismael. Perlawanan berakhir ketika Midian-Ismael dikalahkan dalam peperangan terakhir, dimana Gideon memimpin orang Israel melawan mereka sekitar tahun 1169 SM.

Buku Rafat Amari memberi banyak keterangan mencengangkan tentang sejarah Arabia jaman pra-Islam. Ternyata banyak kerajaan² besar Arabia di jaman itu, bahkan ratusan tahun sebelum jaman Abraham, dengan peninggalan² prasasti yang lengkap (dalam bentuk tulisan yang dipahat di batu, monumen, gedung, tembikar, dll). Meskipun begitu tak ada satu pun peninggalan kuno itu yang menyebut tentang Mekah di jaman kuno. Mekah baru disebut di abad ke-4 Masehi. Berikut adalah film2 menarik tentang peradaban dan kerajaan² Arabia sebelum jaman Islam:

Akhir abad 11 SM, orang Ismael masih tetap tinggal disekitar Palestina, terbanyak di daerah Sinai. Dua suku, Jetur dan Nafis pinah ke utara arah Gilead.

Disini kita temukan Ismael disebut-sebut lagi dalam Mazmur 83, sebuah mazmur untuk Asaf. Asaf, anak Berekya, dianggap sebagai salah satu pemimpin dalam syair Daud, menurut 1 Tawarikh 6:39. Daud berkuasa dari 1004-971 SM. Dalam Mazur 83:5-8, kita dapatkan bahwa sebuah perjanjian terbentuk utk melawan Israel. Mazmur 83:5-8

83:5 Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau:
83:6 Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar,
83:7 Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus,
83:8 juga Asyur telah bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot. Sela

Disini kita lihat orang Ismael bersekutu dengan suku2 seperti Edom, Moab, Ammon, Filistia, Amalek, Tyre dan Hagar, bangsa2 yang kita kenal mengelilingi Israel.

Bangsa Hagar adalah sekelompok orang keturunan dari Hagar, ibunya Ismael yg orang Mesir . Karena kedekatan darah mereka dengan orang Ismael, orang Hagar hidup bersama mereka di Sinai sebelum pindah ke timur arah Gilead. Kita baca dalam 1 Tawarikh 5:10 dijamannya Saul, raja pertama Israel, suku Reuben Israel berperang dengan orang Hagar. Alkitab mengatakan, “Mereka tinggal dalam tenda2 mereka disepanjang area Timur Gilead.” Kaum Hagar tinggal dalam tenda2, bersifat nomad dan menggembala ternak mereka seperti kaum Ismael. Dua suku Ismael yaitu Jetur dan Nafis juga pindah bersama kaum Hagar ke Gilead dan dikalahkan oleh kaum Reuben, menurut 1 Tawarikh 5:19.

Assyria ingin punya pengaruh didaerah sana, dan belakangan berhasil dibawah kekuasaan Adad-Nirari II, yang berkuasa dari tahun 911-891 SM. Adad-Nirari II berperan atas penaklukan Babilon, Anatoli dan tanah Syria. Keterlibatan mereka diantara kaum2 yang mengelilingi Israel berarti bahwa kaum Ismael tetap tinggal di Sinai, sebagian Trans-Jordan – khususnya di Gilead sampai pertengahan abad 11 SM. Selama akhir pertengahan abad 11 SM, kaum Ismael terus dilihat sebagai satu kelompok yg bersatu. Tapi belakangan, suku2 Ismael yg berbeda menjadi tidak bergantung satu sama lain dan banyak dari mereka menyebar dari Sinai hingga ke daerah2 sekitarnya, ini akan kita bahas belakangan.

Selama berkuasanya Raja Daud, ia menaklukan kaum Ismael. Daud adalah raja yg kuat yang mendominasi Palestina Selatan dan selalu melakukan razia2 ke Sinai tengah dan Selatan. Dia menaklukan semua suku2 daerah tsb, termasuk orang Amalek. Daud lalu memakai kaum Ismael sebagai tentaranya, khususnya Resimen Unta. Dalam 1 Tawarikh 27:30 kita baca “Yang mengawasi unta-unta ialah Obil, orang Ismael”. Ini memberi kesan bahwa Daud membayar tentara berunta dan tentara ini adalah kaum Ismael yang ahli sbg penunggang unta. Pemakaian kaum Ismael bahkan hingga Daud menempatkan orang Ismael sebagai pemimpin kavaleri ini, Obil.

Unta adalah bantuan militer yang efektif, khususnya di padang gurun, karena unta bisa berjalan sejauh 100km tanpa minum. 1 Tawarikh 27:31 menyatakan bahwa Daud menaklukan penghuni Sinai tengah dan Selatan, yg umumnya terdiri dari kaum Ismael dan Hagar. Ini juga menunjukkan bahwa dijaman Daud, kebanyakan tinggal di Sinai.

Setelah Daud mengalahkan Kaum Ismael, muncul ikatan erat antara mereka dan kaum Israel. Kaum Ismael tetap tinggal di Palestina Selatan, Sinai utara dan sebagian Trans-Jordan. Ikatan erat ini bisa dilihat dari pernikahan2 yang terjadi antara kaum ismael dan israel. Saudarinya Daud menikahi orang Ismael. Kita baca tentang pernikahan Abigail, anak dari Jesse (ayahnya Daud) dalam 1 Tawarikh 2:17. Abigail melahirkan Amasa, “Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu.”.

KAUM ISMAEL SETELAH ABAD 10SM

Kaum ismael setelah abad 10SM tidak disebutkan dalam alkitab sebagai sebuah kelompok selalu kompak ataupun sebagai sebuah satu bangsa. Ini karena beberapa suku Ismael pindah dari tanah air mereka di Sinai. Suku2 lain, seperti suku Adbil, tetap tinggal di Sinai seperti yg tercatat dalam prasasti Assyrian. Suku lainnya bercampur dengan kaum Midian dan kaum lain di Sinai. Suku2 lainnya lagi pindah ke daerah lain utk mencari padang rumput yg lebih baik bagi ternak mereka. Pada abad 10 SM, sedikit sekali terjadi kontak antara suku2 ismael ini.

Perubahan Etnis terjadi pada beberapa suku karena kontak mereka dengan non-Ismael. Kawin campur ini mencapai satu titik dimana beberapa suku ismael sama sekali menyatu kedalam suku2 yang menjajah tempat tinggal mereka. Ini khususnya terjadi pada dua suku yang tetap tinggal di Kedar dan Teima, Arab Utara. Daerah ini didominasi oleh suku2 Arab, jadi budaya dan etnis Arab lebih muncul.

Mari kita lihat suku2 kaum Ismael ini setelah abad 10SM. Dalam 1 Tawarikh 5:19, kita sudah tahu tentang Yetur dan Nafis yg tinggal di Gilead timur, sebelah utara Trans-Jordan, jamannya Raja Saul. Teks alkitab menunjukkan mereka masih tinggal didalam tenda2 dan mengikuti gaya hidup bedouin. Mereka pindah kesekitar Gilead dari kampung halaman mereka, Sinai, karena padang rumput dan bukit2 Gilead lebih subur utk ternak mereka. Tidak disebutkan tentang suku2 Ismael lainnya dalam bukti2 atau prasasti2 luar sesudah abad 9 SM, kecuali utk suku Kedar dan Teima. Kita asumsikan suku2 tsb pindah dari Sinai sekitar akhir abad 11SM atau awal abad 10SM.

Suku Kedar setelah Kepindahan dari Sinai

Referensi pertama tentang Kedar sebagai suku yg independen dari suku ismael lain, adalah dalam alkitab, Kidung Agung (ditulis sekitar 941SM). Kidung Agung 1:5 menyebutkan ‘kemah orang Kedar,’ ini menunjukkan bahwa suku dan kemah mereka dikenal baik oleh penulis kitab ini. Tidak ada penyebutan lain dalam alkittab mengenai Kedar sebagai sebuah kota sampai jaman Nabi Yesaya, yang memulai kenabiannya ditahun 739SM. Kita punya catatan mengenai Kedar pada prasasti Assyrian, bertanggal 738SM, waktu yang hampir sama dengan dimulainya kenabian Yesaya. Kita baca tentang Kedar dalam monumen Raja Tiglath-Pileser III, yang ditemukan di Iran. Disana dicatat sejumlah orang yang digantikan oleh Tiglath Pileser III [1]. Dalam daftar itu disebut “Aribi” seorang terkemuka dari “Qidri” yang artinya suku Kedar. Ini menandakan selama abad 8 SM, kaum Kedar belum bercampur dengan orang Arab dan oleh karenanya kota atau tempat tinggal mereka belum lagi dijajah arab.

Sampai jaman Sargon II yg berkuasa tahun 721-705SM kita punya bukti yang cukup banyak dan mencolok akan masuknya suku2 arab kedalam daerah Kedar dan Teima. Ini menandakan dimulai masuknya keetnisan arab, menggantikan keetnisan Ismael, sebuah proses dimana suku2 dan bangsa2 lain disana dijadikan subjek di Timur Tengah.

Suku Nabayot setelah perpindahan dari Sinai, seperti yg dicatat dalam referensi alkitab dan prasasti2 Assyria

Mari kita lihat suku Nabayot, yg berasal dari anak lelaki pertama Ismael. Suku ini pindah ke Jordan Selatan dan dikenal karena menyuplai Israel dengan kambing2. Fakta ini disinggung dalam kitab Yesaya 60:7 dimana dikatakan: “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu”

Dari prasasti Assyrian yg disebut ABL 260 bertanggal sekitar pertengahan abad 7SM, Nebayot tercatat sebagai penghuni perbatasan barat Babilon, dekat dengan tempat tinggal suku Massa. Raja Natnu dari Nebayot dan orang2nya ditemukan dibagian timur laut Palmyrena dijaman Assurbanipal. Palmyrena ada di Syria Tengah Selatan sekitar 140 mil dari Damaskus, kearah gurun. Lokasi yang bermacam2 ditemukannya suku ini mengindikasikan bahwa suku ini bersifat nomaden, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mencari tempat2 yang baik bagi mereka. Mereka disinggung dalam prasasti Assyrian sebagai suku yang menyerang perbatasan Assyria, bersama-sama suku lain. Ini dilakukan utk menambah kebutuhan pindah ke tempat baru dimana mereka bisa menggembalakan ternak.

Sejarah menunjukkan bahwa kaum Nabayot adalah suku yang menjelajahi padang gurun dari Fertile Crescent. Ini membuat tertutupnya klaim bahwa ada hubungan antara mereka dan keluarga Yaman dari Muhammad. Terlebih lagi, suku itu tidak punya warisan spiritual dimana Muhammad dapat membentuk agama monoteisnya.

Hadis2 Muhammad, yg tidak tahu sejarah suku Nebayot, ingin menghubung-hubungkan Muhammad dengan Ismael. Mereka memilih hubungan lewat anak pertama Ismael, Nebayot dan keturunannya ini. Mereka bilang Nebayot sebagian besar hidupnya tinggal di Mekah, lalu pindah ke Yemen dan kembali lagi ke Mekah, disana mendominasi suku Ismael, sesuai dengan klaim islam, yg tinggal di Mekah.

Ini adalah pelanggaran sejarah utk menghubungkan suku nebayot dengan keluarga Muhammad, karena keluarga Muhammad sebenarnya bersal dari Ma’rib, ibukota kaum Sabian di Yemen. Seperti kita lihat dari alkitab dan prasasti2 Assyria, suku Nebayot hidup di Sinai bersama-sama dengan suku Ismael lainnya selama berabad-abad sebelum berkelana ke gurun Syro-Mesopotamia dan Trans-Jordan.Karena Quran membuat kesalahan yg sangat serius ketika mengklaim bahwa Ismael tinggal di Mekah dan membangun Kabah disana, hadis telah mengarang2 kisah utk mendukung pernyataan Qur’an ini. Siapapun yang mempelajari sejarah dan prasasti serta catatan sejarah Assyria, sadar kemustahilan klaim demikian.

Suku Nomad Ismael, Nebayot, tidak dikenal sebagai suku yang mengklaim ramalan bahwa seseorang dari suku mereka dikemudian hari, seperti Muhammad, akan muncul mendirikan agama monoteis utk mereka. Terlebih lagi, tidak ada nabi ataupun pemimpin spiritual dikenal berasal dari suku Nebayot, juga tidak ada warisan2 religius yang disampaikan bagi generasi Nebayot berikutnya. Akan lebih tidak memalukan bagi muslim seandainya Muhammad memilih mengarahkan pengakuan keturunannya ke bangsa kuno lain di Timur Tengah, sialnya dia malah memilih kaum nomad miskin yang berkelana di gurun Sinai.

Muslim butuh utk melandaskan monoteis mereka kedalam sejarah, seperti dalam alkitab yg didokumentasikan melalui nabi2 Israel. Nabi sejati Israel bercerita tentang penyelamat dunia. Mereka meramalkan inkarnasinya, kematiannya, kebangkitannya dan hidup2 spiritual yang mulia yang diajarkan bagi mereka yang percaya dan menerimanya sebagai juru selamat. Muslim butuh tema yang sama bagi Muhammad, jadi mereka mengarang-ngarang cerita. Teman2 muslim kita perlu mengerti kesalahan2 sejarah yang besar dalam Quran dan hadis, agar mereka tidak dijauhkan dari hidup kekal.

Mencari lokasi suku Adbil di Sinai barat dan lokasi lainnya dari suku Massa di Fertile Crescent

Kita sekarang akan menelaah suku Massa dari kaum Ismael. Suku Massa aslinya di Sinai, tapi belakangan pindah keluar Sinai dan menjadi suku yang lepas.

Suku Massa awalnya disebut sebagai suku lepas dalam kitab Amsal 31:1, disebutkan Raja Massa, Lemuel. Kala itu, kepala suku biasa disebut raja. Kita lihat kebiasaan ini dalam kitab Hakim2 dimana tiga kepala suku Midian yang bertempur dengan Gideon disebut sebagai raja2.

Selain kitab Amsal, prasasti Assyrian juga menyebut2 tentang Massa, tapi tulisan tentang itu kita temukan setelah abad 9 SM, menyiratkan bahwa mereka pindah keluar dari sinai pada tahun2 setelah abad 9 SM tsb. Dokumen lain menyatakan bahwa suku Massa hidup di banyak tempat di gurun Sinai dan Syro-Mesopotamia. Tiglath-Pileser III, Raja Assyria menyebutkan dalam prasastinya bahwa dia menaklukan suku2 Adbil dan Massa, bersamaan dg suku2 lainnya, dan sang Raja menerima upeti dari mereka. Peperangan ini terjadi sekitar tahun abad 738 SM, Dia menjelaskan lokasi mereka dg perkataan sbb:

Pada perbatasan tanah barat, atau negeri2 matahari terbenam, yang mana tak satupun pendahuluku tahu dan tempatnya sangat terpencil. Saya tunjuk suku Idibi’ilu sebagai pengawas jalan masuk ke Mesir.

Catatan Tiglath-Pileser tsb mengacu pada Sinai Barat, sebelah barat dari Assyria, sebagai tempat dimana tak satupun pendahulu mereka pernah tempati. Idiba’il atau Idibi’ilu di Akkadian, dimana dalam bahasa setempat ditulis adalah Adbil [3]. Ditunjuknya suku Adbil sebagai “Pengawas jalan masuk ke Mesir”, menandakan bahwa suku Ismael hidup di Sinai, bagian barat dari gurun Syur, perbatasan Mesir. Fakta bahwa suku Massa ditaklukan bersamaan dengan suku2 Sinai lain, membuat kita menyimpulkan bahwa suku Massa adalah suku yg bersifat nomaden yg tetap melakukan kontak dengan Sinai hingga pertengahan abad 8 SM. Suku Massa mungkin juga tinggal bersama dengan suku Adbil di Sinai ketika penyerangan Raja Tiglath Pileser III kesana.
[3] H.Tadmor, The Inscriptions of Tiglath – Pileser III King of Assyria, Jerusalem, Summ.13

Surat2 Nimrod yg ditulis pada akhir abad 8 SM juga berisi dokumen penting mengenai lokasi suku Massa. Sebuah surat yg khusus dikirim oleh seorang bernama Belliqbi kepada Raja Assyria [43]. Dengan mempelajari lokasi2 yang disebutkan dalam surat tsb, para sejarawan bisa memastikan bahwa Belliqbi adalah pengawas daerah2 tertentu di Lembah lebanon antara kota Damaskus dan Lebanon. Belliqbi telah menunjuk orang2 utk mengawasi setiap jalan daerah tsb. Diantara para pengawas, menurut surat tsb, terdapat “anak Asapi ayng telah dibawa ke tanah suku Massa” [5]. Kita memastikan bahwa tanah Suku Massa terdapat di Syria Selatan dan tengah ketika surat itu dikirim.
[4]. A letter labeled Rm. 77, or R.F. Harper, Assyrian and Babylonian Letters I XIV, (London – Chicago, 1892-1914), 414; Quoted by Eph’al, page 95; R.H.Pfeiffer, State Letters of Assyria, New Haven 1935, pages 76-77
[5] Rm. 77, or R.F. Harper, Assyrian and Babylonian Letters I XIV, (London – Chicago, 1892-1914), page 414; R.H.Pfeiffer, State Letters of Assyria, New Haven 1935, pages 76-77 ; L.Waterman, Royal Correspondence of the Assyrian Empire, (Ann Arbor, 1930 -1936), I, 288-289; quoted by I. Eph’al, The Ancient Arabs, page 95

Surat2 Harper, khususnya surat yg diberi nomor ABL260 adalah sebuah surat yg dikirim pada Raja Assyria oleh seseorang yg disebut Nabu’-sum-lisir. Surat itu tentang seorang bernama Aakaba/maru, anak dari Amme’ta, suku Massa, yang menyerang sebuah karavan ketika meninggalkan daerah teritori kaum nabayatean. Ini, mungkin sebuah referensi kepada kepala suku Massa. Surat itu menjelaskan bahwa hanya satu orang yg bisa selamat dan sampai ke tempat tinggal orang Assyrian [6]. Surat yg sama menunjukkanb ahwa Nabu’-sum-lisir bekerja dijaman Assurbanipal disepanjang perbatasan barat daya Babilonia, berdekatan dengan banyak suku2 nomad. Lewat surat ini para Sejarawan bisa menentukan dengan pasti letak suku Massa dan pemimpinnya, Aakaba/maru [7]. Jadi kita pastikan bahwa selama Assurbanipal berkuasa, yakni dari 668-627 SM, suku Massa tinggal di gurun Mesopotamia perbatasan Babilonia.
[6] See L.Waterman, Royal Correspondence of the Assyrian Empire, (Ann Arbor, 1930 -1936), I, No.260; R.H.P feiffer, State Letters of Assyria, New Haven 1935, No.91; A.L. Oppenheim, letters from Mesopotamia, (Chicago 1967), No.118
[7] Eph’al, Journal of the American Oriental Society, 94 (1974), 108 ff., 114-115

Banyaknya lokasi2 suku Massa yang didokumentasikan menandakan gaya hidup suku tersebut yang nomaden. Suku ini berkelana di Syro-Mesopotamian dan gurun Sinai, mencari tanah subur bagi ternak2nya, seperti yang dilakukan suku2 Ismael yang lain.

Suku Teima

Teima adalah suku kaum Ismael lain yang keluar dari Sinai. Dalam alkitab, Teima disebutkan pertama kali sebagai sebuah kota dalam kitab Yesaya sekitar akhir abad 8 SM. Dalam catatan Assyria disebutkan pertama kali dalam prasasti Tiglath-Pileser III, yg berkuasa tahun 744-727SM, menandakan bahwa suku Teima mungkin pindah dari Sinai sekitar abad 10 atau 9SM. Sepertinya suku ini berkelana di selatan gurun Trans-Jordan, dan akhirnya sampai ke sekitar 180 mil daerah Arab Utara, perbatasan Jordan selatan, hingga ke tempat dimana terdapat Oasis Teima berada. Daerah ini lalu mengalami imigrasi besar2an dari suku2 Arab. Salah satu suku yang muncul di daerah Teima, dan daerah arab utara lain, adalah suku Thamud. Sekitar akhir abad 8SM. Suku Thamud menyerang perbatasan kerajaan Assyria.

Imigrasi dan dominasi suku arab didaerah dimana Suku Teima bertempat tinggal mengubah etnisitas suku Teima hingga akhirnya hanya dikenal sebagai orang Arab. Prasasti2 Thamud yang banyak ditemukan telah memastikan hal tersebut.

Suku Dumah dan Emigrasinya ke Oasis antara Mesopotamia dan Jordan Selatan

Dumah adalah suku lain yang pindah dari sinai. Berkelana ke Trans-Jordan Selatan dan dari sana ke gurun antara Jordan Selatan dan Mesopotamia di perbatasasn dg Arab Utara. Disana, suku Dumah mendirikan tempat tinggal di sebuah Oasis, yang menjadi Oasis utama yg pertama ditemui oleh siapapun yg datang kearah timur dari Edom [8]
[8] Studi sull’Oriente e la Bibbia, chapter by Chaim Rabin, Genova 1967, page 305

Pertama kali Dumah disebut dalam Kitab Yesaya 21:11. Disini kita temukan sebuah ramalan terhadap suku Edom, termasuk juga suku Dumah. Yesaya memberitahu kita bahwa Dumah berhubungan dengan Edom – khususnya Jordan Selatan. Belakangan dalam Yesaya 42:11, Kedar disebutkan dengan Sila, kotanya suku Edom. Kaitan Sejarah dan Geografis menghubungkan suku2 Ismael dengan Edom. Suku2 yang meninggalkan Sinai sekitar abad 10SM sepertinya pernah menghabiskan waktu di tanah Edom, Jordan Selatan, selama perpindahan mereka ke oase2 di gurun.

Dumah, diperbatasan dg arab Utara, berada pada jalur migrasi utk suku2 Arab sejak abad 8SM. Saat itu, suku seperti Teima, etnisitas kotanya berubah menjadi seperti Arab. Dari prasasti2 Assyria, kota ini dikenal sebagai pusat religius bagi suku2 yang berbeda di gurun Syro-Arab. Bahkan kaum Edom juga punya tempat pemujaan di Dumah [9]. Belakangan, dg masuknya orang arab kedaerah itu, Dumah menjadi pusat religius penting bagi suku2 arab. Fakta ini didokumentasikan dalam prasasti2 Assyria yang telah kita pelajari sebelumnya.
[9] Ibn al-Kalbi, Kitab al-Asnam, says that there is a temple of the god, Wadd, at Dumah; see Wellhausen, Reste Arabischen Heidentums, Berlin 1897, p.16 ; quoted by Chaim Rabin, in Studi sull’Oriente e la Bibbia, Genova 1967, page 306

Pusat kegiatan Religius bagi suku2 Ismael adalah Beer-Lahai-Roi di Sinai, bukannya Mekah

Disaat yg sama, suku2 Ismael telah mempunyai pusat kegiatan religius mereka di Beer-Lahai-roi, terletak diantara Gurun Paran dan Gurun Zin, Sinai utara [10]. Beer-Lahai-roi dikenal bersamaan dengan sebuah tempat di Sinai utara yg disebut Ain Isaac, sebutan lainnya lagi adalah Ain Muwileh. Terletak di barat daya kota Beersheba, 13 mil dari Kadesh-Barnea. Dalam Kejadian 24:62 disebutkan Ishak tinggal disana ketika Rebecca datang dari Mesopotamia utk menjadi istrinya.

Karena suku2 Ismael dikenal telah punya Beer-Lahai-roi sebagai pusat kegiatan religius, ini jadi bukti tambahan bahwa suku ini benar2 tinggal di Sinai. Kita lihat suku2 Ismael suka berkelana ketempat ini, sangat dekat dengan Paran dimana Ismael, ayah mereka, tinggal sepanjang hidupnya. Mereka terus tinggal disana dan lalu pindah kebagian barat Sinai. Lalu berkelana ke Jordan Selatan. Akhirnya, sebagian dari mereka pindah lebih dalam lagi ke Syria-Mesopotamia dan gurun Arab-Mesopotamia, dan juga ke utara arah Gilead dan Syria-tengah bagian selatan. Ini semua artinya bagi kita saat ini adalah bahwa Mekah bukanlah tempat kegiatan religius suku Ismael, seperti yang diklaim oleh hadis2. Suku2 Ismael TIDAK PERNAH PINDAH hingga sejauh Mekah.

Keterangan tambahan tentang Beer-Lahai-roi
be-er-la-hi’-roi, be-er-la-hi-ro’-i (be’er lachai ro’i, “sumur Yang Hidup yang menyelamatkan aku”): “Mata air di padang belantara,” “mata air ke arah Shur” (Genesis 16:7-14). Sumur inilah tempat Hagar mengalami teofani (melihat wujud malaikat), dan di sinilah Isaq lalu tinggal untuk sementara (Kejadian 16:7; Kejadian 24:62; Kejadian 25:11). Tempat ini terletak di Negeg, antara Kadesh dan Bered (Kejadian 16:14). Rowland menjelaskan bahwa letak sumur ini di jaman modern adalah ‘Ain Moilaihhi, kira² 50 mil selatan Beersheba dan 12 barat ‘Ain Kadis.

Image
Sumur Beer-Lahai-roi, tempat Hagar memberi minum Ismael. Sumur ini sangat jauh dari sumur Zamzam di Arabia barat tengah.

Prasasti Assyria mengkonfirmasi dengan pasti kisah2 dalam alkitab tentang lokasi Kaum Ismael di Sinai dan penyebaran mereka kegurun sekitar daerah Fertile Crescent.

Sebelumnya disebutkan salah satu suku Ismael, Adbil, dituliskan dalam beberapa prasasti Raja Tiglath-Pileser III menjadi suku yang ditunjuk sebagai pengawas perbatasan Mesir. Artinya jaman Raja Tiglath-Pileser III, sekitar tahun 738 SM, suku Adbil berada di bagian barat Sinai, perbatasan Mesir yg dikenal sebagai Gurun Syur. Suku ini sepertinya cukup bisa dipercaya oleh orang2 Assyria utk menjadi penjaga perbatasan dg kerajaan Mesir. Suku2 Ismael lain seperti Mishma, Mibsam, Hadad dan Kedemah, sepertinya terserap kedalam suku Adbil atau suku2 lain di Sinai, seperti suku Midian. Kita lihat sebelumnya, bahkan di Jaman Gideon sekalipun, adanya persatuan diantara penduduk daerah Sinai.

Dengan menelaah prasasti Assyria, kita simpulkan kampung halaman asli kaum Ismail adalah Sinai. Prasasti mereka menunjukkan bahwa kaum Ismael seperti suku Adbil, menghuni Sinai hingga sejauh gurun Syur, yg menjadi perbatasan dengan Mesir. Ini mengkonfirmasi klaim alkitab, ketika jaman Musa, kaum Ismael tinggal diantara Hawila dan Syur. Lebih jauh lagi kita lihat perpindahan dari suku2 Ismael lain kearah timur dan utara dari Sinai, sejalan dengan yg dinyatakan dalam alkitab bahwa kampung halaman Kaum Ismael adalah Sinai, sepanjang milenium kedua sebelum Masehi. Perpindahan kearah Jordan Selatan dan Gilead (sekarang Trans-Jordan Utara) dimulai pada akhir millenium kedua sebelum Masehi.

Quran dan Hadis, secara hina berusaha mengubah kampung halaman sebuah bangsa ketika mereka mengklaim bahwa Kaum Ismael pindah ke Mekah beberapa Abad sebelum Mekah itu ada.

Hadis tanpa malu mengkontradiksi bukti2 dokumentasi dg mengklaim kaum Ismael tinggal di Mekah dan mendominasi seluruh Arab. Hadis juga mengklaim bahwa kaum Ismael belakangan pindah ke Yaman dan lalu kembali ke Mekah. Semua karangan ini dibuat sebagai usaha utk menghubungkan keluarga Sabian-nya Muhammad, yang tinggal di Yaman, dengan keturunan Ismael. Seolah mereka mencoba menjadikan Turki sebagai kampung halaman orang Mesir kuno dan mengklaim merekalah yang membangun Piramid di sana, dan berkuasa sejak itu. Kita tidak bisa bermain-main dengan sejarah, seperti Quran dan Hadis lakukan. Quran dan Hadis, secara hina berusaha mengubah kampung halaman sebuah bangsa ketika mereka mengklaim bahwa Kaum Ismael pindah ke Mekah beberapa Abad sebelum Mekah itu ada. Jika teman2 muslim kita tahu akan kesalahan fatal ini, mereka benar2 akan tahu kepalsuan agama mereka.

2 DISKUSI MENGENAI PENGAKUAN ARAB ITU KETURUNAN ISMAEL, ISMAEL ITU LANDASAN DARI IMAN MONOTEISME MEREKA.

Masuknya Arab ke Oasis2 suku Kedar, Teima dan Dumah

Kita sudah telaah bahwa Kaum Ismael hidup di Sinai hingga abad 10SM. Juga kita lihat dari naskah2 Assyrian, sebagian kaum Ismael yang hidup secara nomad mencari padang subur di gurun2 daerah Fertile Crescent. Suku2 Kedar dan Teima menjelajah hingga masuk sejauh 180 mil ke Arab Utara. Dua suku itu sajalah yang bergerak hingga sejauh itu kedalam daerah Arab. Suku Dumah bermukim di oasis perbatasan Mesopotamia dan Arab, yg belakangan daerah tsb diberi nama Dumah juga.
Naskah kuno Assyria membedakan suku Kedar dari Orang Arab. Kita lihat juga dalam sejarah raja Tiglath-Pileser III yg ditulis tahun 738SM [10] bahwa suku Kedar dan Arab didaftarkan secara terpisah. Ini menandakan bahwa pada periode itu suku Kedar tetap mempertahankan etnis Ismael mereka terpisah dari etnis arab. Orang Arab bisa masuk pindah kedaerah mereka atau mereka menjajah daerah sekitar Teima dan Kedar pada akhir abad 8SM. Perpindahan suku2 Arab akhirnya hingga sejauh bagian timur Tanah yang dikuasai babilonia. Pada pertengahan abad 8SM, di tanah2 Babilonia terdapat tembok2 kota bertuliskan nama2 Arab [11].
[10] Levine, Two New-Assyrian Stelae from Iran, (Toronto, 1972), 18-19
[11] Tablet signature of the British Museum, No: 113203; quoted by I. Eph’al, The Ancient Arabs, E.J.Brill, Leiden, 1982, page 115.

Diragukan bahwa kaum Ismael sendiri yang membangun kota2 Kedar, Teima dan Dumah. Meskipun ketiga suku ini adalah orang2 pertama yang tinggal dekat oasis ini, belakangan daerah tersebut jadi penuh dengan suku2 Arab. Perpindahan dan penjajahan suku arab kebanyakan disebabkan karena oasis2 tsb bertempat dijalur darat antara Mesopotamia, arab dan Syria.

Dari naskah2 Tiglath-Pileser III dan Sargon II, kita tahu bahwa daerah sekitar Teima, Kedar dan Dumah dipenuhi oleh beberapa suku Arab yg berbeda, seperti suku Badana, Hatiaya, Marsimani, Isame dan Thamud. Naskah2 Thamud yang banyak ditemukan menyebutkan oasis2 yang populasinya penuh dengan orang Arab tapi memakai nama tiga suku Ismael. Etnisitas kaum Ismael bisa saja terserap oleh penjajah atau yg lebih mungkin lagi kaum ismael ini terusir kembali ketempat mereka semula berasal, menjadi nomaden, sebelum mereka pindah ke arab utara. Jadi, kita tidak temukan kemiripan etnisitas kaum Ismael dalam dua tempat oase di Arab Utara maupun di Dumah, sebuah kota yang dibangun dalam oasis antara arab dan Mesopotamia.

Fakta lain yang mendukung dipertahankannya nama suku Ismael oleh orang2 Arab adalah bahwa diragukan kaum Ismael yg membangun kota2 di oasis tsb. Kaum Ismael bersifat nomaden dan telah berkelana di gurun Sinai sebelum abad 10SM. Bahkan setelah beberapa suku pindah dari Sinai ke gurun lain dalam daerah Fertile Crescent, mereka tetap mempertahankan gaya hidup mereka. Mereka berkelana digurun Jordan selatan dan Syro-Mesopotamia. Contoh: Suku Nebayot, Massa, adalah satu dari banyak suku yg berasal dari Sinai. Kita lihat juga suku Kedar, Teima dan Dumah melakukan hal yg sama, meski mereka diketahui pernah menghuni sekitar oasis setelah abad 10SM. Mereka menyumbang nama bagi oasis2 tsb belakangan hari, tapi mereka sendiri tidak menetap disana, mereka terus berkelana ke gurun lain di Fertile Crescent, sama seperti suku2 lain.

Alkitab tidak pernah menyebut kaum Ismael sebagai Arab

Alkitab tidak pernah menyebut kaum Ismael sebagai Arab. Mereka tidak dianggap orang Arab, juga bangsa lain keturunan Abraham, seperti bangsa Edom, tidak dianggap orang Arab. Edom adalah keturunan dari Esau, anak tertua Ishak, anak Abraham. Seperti juga keturunan Lot, ponakan Abraham, tidak dianggap orang Arab. Keturunan Lot menjadi bangsa Ammon dan Moab di Trans-Jordan.

Masuknya suku2 arab secara terus menerus ke bagian selatan dari Fertile Crescent. Asimilasi dan punahnya penghuni asli daerah tsb seperti suku Moab, Ammon dan Ismael.

Fertile Crescent mengalami perubahan radikal dalam hal populasi dan etnisitas. Perubahan ini mulai muncul sebelum kaum Chaldean berkuasa disana. Setelah Nebukadnezar menguasai Jordan Selatan dan Palestina Selatan, ada perubahan total dalam struktur populasi disekitar sana. Kita lihat misalnya bahwa suku Moab dan Edom tidak lagi disebut2 sebagai kelompok politik yg berpengaruh. Kita juga lihat bertambahnya suku2 arab yg masuk kesekitar sana dan pertambahan yg sejalan dengan kemampuan mereka utk bercampur baur dengan populasi asli [12]. Hal yg sama terjadi pada suku Ammon. Kitab Yehezkiel meramalkan tanah Ammon akan menjadi sepi dari penghuni2 aslinya.
[12] Van Zyl, The Moabites, 157-158

Yehezkiel 25:4 oleh sebab itu, sungguh, Aku menyerahkan engkau kepada orang dari sebelah timur menjadi miliknya; mereka akan mendirikan perkemahannya padamu dan membangun tempat kediamannya; mereka akan memakan buah-buahanmu dan meminum susu ternakmu.
25:5 Aku akan membuat Raba menjadi padang rumput untuk unta dan kota-kota bani Amon menjadi tempat kambing domba. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Ramalan ini terpenuhi setelah tahun 586SM, ketika Nebukadnezar menguasai Ammon, Moab dan Edom. Sebagai akibatnya, saat itu banyak suku2 arab datang dan tinggal di Trans Jordan. Ketika tiba abad 5 dan 4 SM, penghuninya sudah tercampur dari suku2 Edom dan suku2 nomadic Arab [13]
[13] Eph’al, The Ancient Arabs, E.J.Brill, Leiden, 1982, page 200.

Perubahan Etnis juga terjadi di SInai

Perubahan etnis juga terjadi di Sinai dimana kaum Ismael, Amalek dan Midian hidup. Selama abad 5 dan 4 SM, kaum Edom bersama dengan suku2 arab lain memasuki Palestina Selatan dan masuk ke Negev serta sepenuhnya mengubah gambaran etnis daerah tsb [14]. Dg demikian kaum Ismael mengalami hal yg sama dengan kaum Ammon, Moab dan penghuni asli lain didaerah tsb karena fenomena perpindahan ini.
[14] ini terlihat dari tanda2 kaum Edom dan banyaknya nama2 Arab yg terdapat disitus dan naskah2 yg ditemukan di Negev dan Palestina selatan. Lihat I. Eph’al, The Ancient Arabs, page 200.

Kaum Ismael terserap oleh suku2 lain, bukan hanya di Sinai tapi juga digurun2 lain seperti Syro-Mesopotamia. Jadi kita simpulkan bahwa kaum Ismael punah, seperti orang2 lama lain di Fertile Crescent, suku Ammon, Moba dan Filistin. Mereka terserap masuk kedalam gelombang baru populasi etnis yg datang menempati tanah2 mereka. Tak satupun orang2 yg tinggal di Fertile Crescent, termasuk juga kaum Ismael, adalah orang2 Arab.

Masuknya populasi lain terus terjadi didaerah Fertile Crescent. Orang2, baik dari arab ataupun luar arab, datang dan tinggal didaerah tsb. Satu contoh adalah suku Ghassan yg datang dari Yaman dan tinggal di Syria Selatan. Belakangan etnis mereka jadi kelompok dominan disana, membela perbatasan mereka bersama2 dengan kekaisaran Bizantin melawan serangan Persia yg tinggal di Mesopotamia. Suku Lakhmid, suku yg juga dari Yaman, pindah ke Mesopotamia dan tinggal disana di kota Hira, barat daya perbatasan Mesopotamia. Abad 3 SM, suku Lakhmid yg ketika itu dibawah kekuasaan Persia, menjadi penjaga perbatasan dg Bizantin. Contoh lain dari masuknya etnis lain adalah suku Nabatean yg sejak abad 5 dan 4 SM mendominasi Jordan Selatan dan mengembangkan domainnya ke gurun Mesopotamia, Syria selatan dan Palestina Selatan.

Dalam alkitab tidak disebut2 suku Ismail setelah abad 7 SM

Aktivitas suku ismael dilaporkan di abad 8 dan 7 SM, ketika Assyria menguasai Fertile Crescent. Alkitab menceritakan suku Ismael selama perioda ini, tapi setelah abad 6 SM tidak disebut2 lagi tentang suku Ismael, baik dalam alkitab maupun dalam naskah2 kuno negara lain. Ini membuat kita percaya bahwa suku Ismael terserap kedalam suku lain yg datang dan tinggal di Sinai dan gurun Syro-Mesopotamia.

92 Bangsa dan Suku di Arab dilaporkan oleh Pliny di abad 1 SM sebagai asal mula suku2 yang pindah atau menjajah Timur Tengah setelah itu.

Mengatakan orang arab adalah keturunan Ismael adalah pernyataan tanpa dukungan sejarah. Sejarawan seperti Pliny, dalam karyanya Natural History, yg ditulis di abad 1 SM melaporkan bahwa ada 92 bangsa dan suku2 di Arab. Dalam abad2 berikutnya, mereka menjadi bagian yang sekarang dikenal sebagai bangsa Arab. Banyak dari bangsa2 ini yang masuk kedalam daerah Fertile Crescent sebelum penjajahan Islam ke Timur Tengah. Setelah penjajahan Islam, banyak bangsa2 Timur Tengah di ‘arabisasi’. Kehilangan nilai2 dan bahasa2 etnis asli mereka dan mengambil nilai2 Arab dan bahasa Al Qur’an, yang adalah bahasa Arab. Bangsa Mesir bukanlah orang Arab, menjadi orang Arab setelah dijajah Islam. Hal yg sama juga terjadi dengan Afrika Utara, Lebanon, Syria Utara, Sudan, Mesopotamia, dan banyak lagi bangsa2 lain yang di arabisasi. Jika Perang salib gagal mencegah Islam, mungkin orang inggris, jerman, itali, spanyol dan lain2 akan berbahasa arab sekarang ini.

Kaum ismael adalah bangsa nomad di Sinai dan sebagian gurun Syro-Mesopotamia. Mereka berintegrasi kedalam suku nomad lain sebelum abad 6 SM. Jadi, mana itu keturunan Ismael yang berhubungan darah dengan bangsa arab dan bangsa2 lain di Timur Tengah yg telah di arabisasi? Jika kita membuat analisa yg BENAR2, kita harus bilang bahwa saat ini kaum Beduin di Sinai dan gurun Syro Mesopotamia mungkin saja punya sedikiiiiittt darah ismael, bersamaan dengan ratusan suku2 nomad lain yang terserap kedalam sejarah.

Punahnya kaum Ismael tidak dapat diklaim sebagai kakek moyang bangsa Arab. Juga, keluarga Muhammad dari garis Yaman tidak bisa dihubungkan dengan suku Nebayot, suku yang berkelana di gurun Fertile Crescent dan punah di abad 7 SM.

Tentu saja, hal ini tidak mendukung klaim bahwa bangsa arab merupakan keturunan suku Ismael yg punah. Juga kita tidak bisa bilang bahwa bangsa arab kuno seperti kaum Saba, yang ‘katanya’ garis keturunan keluarga Muhammad, adalah keturunan dari suku2 nomad yg dibicarakan diatas. Kita lihat dalam studi2, Saba aslinya adalah suku Cushite yang diturunkan dari Raamah, anak dari Cush, anak dari Ham.

Catatan2 sejarah Assyria menunjukan suku Nebayot berkelana di gurun Syro-Mesopotamia dan Jordan Selatan hingga punahnya di abad 7 SM. Kita lihat betapa menggelikannya hadis2 islam mengaku bahwa Muhammad adalah keturunan dari suku Ismael yg Nomad, Nebayot. Klaim ini bukan saja tidak ada bukti sejarahnya, tapi juga kontradiksi dengan bukti sejarah itu sendiri.

Bangsa Arab adalah salah satu bangsa yang mengaku keturunan langsung Abraham, baik itu melalui Ismael ataupun Ishak. Tapi banyak dari klaim2 ini tidak berdasar.

Sebelumnya kita lihat kaum ismael dimulai sebagai kaum nomad yg tinggal di Sinai, Belakangan sebagian dari antara mereka pindah ke gurun Syro Mesopotamia. Seperti bangsa2 lain disana , bangsa Ammon, Moab dan Filistia, pada akhirnya bangsa Ismael punah sekitar abad 7 SM. Kita juga melihat bangsa arab saat ini diturunkan dari 92 bangsa dan suku arab kuno yg disebut2 Pliny dalam buku karyanya, ditulis abad 77 SM. Bangsa2 lainnya adalah bangsa hasil ‘arabisasi’ setelah timur tengah dijajah oleh muslim selama dan setelah abad 7 SM, kecuali suku Ismael yg telah punah 14 abad sebelum arabisasi ini terjadi. Dg demikian, seperti telah kita simpulkan sebelumnya, lagi2 terbukti bahwa pengakuan muslim mengenai bangsa Arab merupakan keturunan Ismael tidaklah berdasarkan sejarah, tanpa dasar fakta.

Nama Abraham dan Ismael tak pernah muncul di Arab sebelum dikenalkannya Judaisme dan Kekristenan pada suku2 Arab.

Ada yang lebih penting lagi. Orang2 Israel adalah keturunan dari Abraham, sebuah fakta yang dibuktikan di setiap generasi israel. Kalian bisa temukan nama Abraham dan anak2nya dipakai dengan jelas dalam setiap literatur Yahudi disetiap era. Fakta bahwa Abraham adalah kakek moyang orang yahudi telah mempengaruhi kehidupan spiritual, budaya dan sosiologi orang2 israel sepanjang sejarah, membuat mereka tetap mengikuti iman kepercayaan Abraham.

Dalam sejarah Arab, tidak ada disebut2 tentang Abraham – bahkan dijaman jahiliyah sekalipun, perioda sebelum munculnya islam di Arab. Pemakaian nama2 alkitab muncul di arab karena banyak suku arab yang memeluk agama Yudaisme dan Kristen. Tapi, al-Kalbi seorang sejarawan kuno menyebut2 dua nama yang berasal dari nama Abraham, dia menulis:

Ibrahim (=Abraham), kakek dari Adi, anak Zayed, anak hamad, anak Zayed, anak Ayub dari anak2nya Emrea al-Kais (yang terkenal sebagai penyair Kristen Arab), anak dari Zayed Manat, anak Tamim. Yang lainnya adalah Mukatil, anak Hassan, anak Thaalabeh, anak Aus, anak Ibrahim, anak Ayub, Ibn al-Kalbi berkata, “saya tidak tahu ketika jaman jahiliyah mengenai orang2 lain dari keturunan arab kecuali dua orang yang memakai nama dari nama2 yg ada dalam alkitab. Dan dua orang tersebut dipanggil demikian karena mereka adalah orang Kristen.” [15]
[15] Taj al-Aruss I, page 151

Jika kita pelajari jaman sebelum Yudaisme dan Kristen masuk arab, kita tidak temukan nama2 dari alkitab, termasuk Abraham dan Ismael, dalam naskah2 arab. Secara sejarah, nama kakek moyang sebuah bangsa, dan juga figur2 besar nasional lainnya, selalu dicatat dan berulang-ulang disebut dalam kisah2 yang diturunkan dari generasi ke generasi. Jadi, akan sangat tidak biasa jika orang Arab yang mengaku keturunan Abraham lewat Ismael tidak menyebut2 tentang kakek moyang mereka. Contohnya, kita lihat nama Israel, yang Tuhan berikan pada Yakub, Bapak orang Israel. Kita lihat namanya disebut dalam naskah2 Yahudi sepanjang sejarah generasinya. Israel juga menyebut2 tentang Ismael, yang bukanlah kakek moyang mereka, dalam banyak tulisan sejarah mereka. Nama2 Abraham, Ishak dan Yakub adalah nama2 yang membuktikan garis keturunan orang Israel.

Jika kita perhatikan kaum lain seperti yang ada di Mesopotamia, kita temukan figur sejarah penting didaftarkan bagi generasi2 selanjutnya. Contoh, dalam kitab Kejadian 10:8-11 kita dapatkan tentang Nimrod yang adalah kakek moyang orang Babilon dan Assyria. Nimrod banyak disebut dalam naskah2 Babilon maupun Assyria. Banyak nama orang maupun nama lokasi memakai nama Nimrod. Ibukota Assyria kuno disebut kota Nimrod. Ini membuktikan fakta bahwa figur penting seperti kakek moyang tidaklah dapat dilupakan oleh generasi penerus bangsa tersebut.

Kebalikan dari semua ini, kita lihat naskah2 kuno Arab tidak ada menyebutkan tentang Abraham atau Ismael satu kalipun. Malah, mereka mencatat nama2 orang dan dewa yang terpisah jauh dari budaya arab. Bagaimana bisa Ismael jadi kakek moyang orang arab jika kita tidak temukan namanya disebut2 dalam naskah kuno Arab? Jawabannya sederhana sekali: ISMAEL BUKANLAH KAKEK MOYANG ORANG ARAB.

Banyak bangsa mengaku keturunan Abraham. Banyak orang Arab percaya bahwa orang Romawi dan Yunani juga keturunan Abraham.

Ini fakta lain utk dipertimbangakan. Dijaman Muhammad, sudah biasa sekelompok orang atau satu bangsa mengaku keturunan dari Abraham. Al-Masudi, sejarawan arab abad 9 menyatakan ada sekelompok orang Yunani yang mengaku keturunan Abraham lewat Ishak. Al Masudi menulis, “Orang Yunani, seperti juga orang Romawi, adalah keturunan Ishak.” [16]
[16] Al-Masudi, Muruj al-Thahab, Beirut-Lebanon, 1991, I, page 294

Orang Arab juga mendukung pernyataan bahwa orang Yunani keturunan Ishak. Malah, orang Arab menyusun silsilah bagi Alexander Agung (Iskandar), yang membuatnya menjadi keturunan dari Ishak [17]. Ide Yunani berasal dari Ishak juga lazim dijamannya Muhammad. Bukan hanya didukung al-Masudi, tapi juga oleh sejarawan arab muslim lainnya, al-Tabari, yg lahir tahun 844M. Al-Tabari menyambut ide, dan disebarkan kepada orang2 arab lainnya, bahwa Iskandar Agung adalah keturunan Ishak. Al-Tabari juga menyatakan bahwa Iskandar Agung telah sampai ke tempat2 dimana, menurut mitos Arab dan Quran, Matahari terbenam dan muncul dalam bumi, karena Iskandar mencari mata air yang memberi kehidupan kekal [18]. Dalam legenda Sumeria kita temukan kisah Gilgamesh, yang juga mencari hidup kekal. Legenda ini bercerita tentang lokasi yg dia temukan, dimana disana matahari bangkit di timur, hingga dia bertanya pada sang matahari tentang hidup kekal. Mitos2 demikian menjadi bahan bakar ‘isi’ Quran yg juga menceritakan kunjungan Iskandar Agung ketempat matahari terbit dan terbenam.
[17] Al-Masudi, Muruj al-Thahab, Beirut-Lebanon, 1991, I, page 297
[18] Tarikh al-Tabari, Abi Jaafar Bin Jarir al-Tabari, Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, (Beirut-Lebanon, 1991), I, page 339

Pengakuan Yunani keturunan Ishak dan Iskandar Agung juga keturunan Ishak menjadi ide dibelakang Quran, yg semerta melabeli Iskandar Agung sebagai Nabi dan Pemimpin Islam, melakukan Jihad utk menyebarkan islam kepenjuru dunia. Dalam Surat Al-Kahfi kita temukan kisah2 perang Iskandar Agung. Dia digambarkan sebagai seorang muslim yang mencapai ujung barat bumi dan menemukan tempat matahari tenggelam didalam danau lumpur.” (Surah 18:86).

Pengakuan Tubb’a dan mitos yg dia percayai, mempengaruhi Muhammad, yg lalu memasukkannya kedalam Qur’an

Ide matahari tenggelam dalam danau lumpur pertama kali adalah berupa legenda orang Yaman. Kita temukan puisi2 karya Tubb’a, seorang pemimpin Yaman yg berkuasa atas kerajaan Himyarite di Yaman antara tahun 410-435M. Tubb’a, yg dianggap nabi oleh Muhammad, bilang matahari punya tempat terbenam dalam danau berlumpur. Muhammad menganggap apa yang Tubb’a ucapkan ini berasal dari Allah dan Tubb’a menganggap Iskandar Agung adalah nabi Allah.

Nama asli dari Tubb’a adalah Tuban Asa’d Abu Karb. Sebagai pemimpin militer, dia menguasai Yathrib (medinah sekarang). Disana, Tubb’a menangkap dua orang Rabbi Yahudi dari suku Bani Kharithah, yg saat itu menghuni Yathrib. Sang Rabbi mengajarkan Tubb’a banyak hal, khususnya tentang mitos2 Yahudi, seperti Mitos Burung Hupu-hupu, yang dikatakan mengungkapkan kerajaan Saba dan ratunya pada Sulaiman. Mitos ini diambil dari buku Yahudi ‘Targum Ester’. Tubb’a menceritakan tentang ini dalam kumpulan puisinya [19] dan Muhammad memasukan mitos ini dalam Qur’an.
[19] Al-Masudi, Muruj al-Thahab, Beirut-Lebanon, 1991, I, page 247

Muhammad memasukkan dalam Qur’an perkataan dan pemikiran Tubb’a yang dia anggap berasal dari Allah. Muhammad pikir hal ini akan membuat Qur’an menjadi buku yang dapat diandalkan karena berisi pemikiran tentang jagat raya dan sejarah2 yang dipercaya oleh orang2 Arab.

Banyak kelompok2 dan penyair2 dijaman Muhammad mengklaim Persia, Romawi dan Kurdi adalah keturunan Abraham.

Ada juga orang Persia dan Arab yang percaya bahwa orang2 Persia adalah keturunan dari Abraham. Menurut Masudi, mereka mengarang silsilah figur2 mitos Persia seperti Manosher. Mereka ciptakan Manosher sebagai anak dari Mashjer, anak dari Werik. Lalu mereka hubungkan Werik dengan Ishak, anaknya Abraham. Mereka mengklaim bahwa Mashjer pergi ke tanah Persia dan bertemu seorang wanita yg berkuasa disana yg bernama Kork. Mashjer menikahinya dan melahirkan Manosher, sang Raja. Dari Manosher, katanya, lahirlah anak cucu yang akhirnya menjadi ras Persia [20].
[20] Al-Masudi, Muruj al-Thahab, Beirut-Lebanon, 1991, I, page 247

Al-Tabari juga menghubung2kan sebuah silsilah dimana orang2 Arab berhubungan darah dengan Manosher dan dg Ishak. Mungkin orang2 Arab mencuri silsilah ini dari sekelompok orang2 Persia. Silsiah tsb menunjukkan bahwa garis darah raja2 Persia berasal dari manosher yang, menurut mereka yang mengklaim silsilah tsb, berasal dari ishak. AL-Tabari mengutip sebuah puisi dari penyair Arab, Jarir bin Atieh, yang mana mengklaim bahwa orang2 Persia adalah keturunan Ishak. Sang penyair menyatakan orang2 Persia punya nabi sejati mereka sendiri dan sebuah kitab yang dianggap ditulis berdasarkan ilham surga. Utk membenarkan klaim buku surga dan nabi dalam hal silsilah ini, sekelompok orang Persia menghubung2kan diri mereka sendiri sebagai keturunan Abraham lewat salah seorang anaknya [21]. Muhammad sendiri melakukan hal yang sama. Al-Masudi mengutip banyak puisi2 Persia yang mana penyairnya sesumbar bahwa orang2 persia adalah keturunan Ishak, anaknya Abraham [22]. Selain penyair persia, kita temukan juga penyair arab yang menulis puisi dimana mereka mengatakan baik orang Persia maupun orang Romawi adalah keturunan Ishak. Salah satu dari penyair ini adalah Jarir, anak dari al-Khatfi al-Tamimi [23].
[21] Tarikh al-Tabari, I, page 227
[22] Masudi, Muruj al-Thahab, Beirut-Lebanon, 1991, I, pages 245, 248
[23] Masudi, Muruj al-Thahab, I, page 246

Juga banyak kelompok orang Arab dan Kurdi yang menganggap orang kurdi adalah keturunan Abraham. Menurut Masudi, sebagian bilang orang Kurdi berasal dari Ismael, sebagian lainnya mengklaim mereka keturunan dari Raja Sulaiman lewat salah satu selirnya [24]
[24] Masudi, Muruj al-Thahab, II, page 130

Seperti saya sebutkan sebelumnya, orang arab mengklaim bahwa orang Romawi itu keturunan Ishak. Orang Arab mengklaim bahwa kakek moyang orang Romawi adalah seseorang yang bernama Rum dan mereka mengarang silsilah dari Rum hingg ke Ishak, anaknya abraham [25]
[25] Masudi, Muruj al-Thahab, I, page 316

Kenapa banyak orang/bangsa ingin dihubungkan dengan Abraham.

Kita mengerti dari semua ini bahwa bukan saja sekelompok orang arab di jaman Muhammad yg mengaku keturunan Abraham lewat Ismael, tapi kebanyakan bangsa2 dijaman itu dijadikan seolah2 keturunan Abraham. Ini karena banyak dari pengakuan tanpa dasar sejarah ini berlandaskan iman monoteis Kitab Perjanjian Lama, yang dikabarkan oleh orang Yahudi dan Kristen. Iman mereka menarik banyak para pemikir dan orang2 religius dari banyak bangsa. Disaat yg sama para pemikir ini juga tertarik pada Yahudi dan Kristen, mereka menolak kebenaran ‘Perkataan Tuhan’ yang diklaim alkitab, dan mereka berpegangan erat pada kepercayaan pagannya. Seiring proses itu berjalan, mereka mencoba menanamkan sedikit legitimasi/pengesahan dengan mengaku sebagai keturunan Abraham, baik utk mereka sendiri ataupun utk orang/bangsa lain yang berperan bagi kepercayaan mereka – seperti orang Arab mengklaim bahwa Romawi, Yunani dan Persia adalah keturunan Ishak.

Bagi orang arab, kakek moyang itu sangat penting. Suku2 Arab memuliakan diri mereka jika mereka bisa menelusuri silsilah mereka sampai pada figur terkenal dalam sejarah. Jika sebuah suku tidak bisa menelusuri silsilah mereka kepada figur sejarah terkenal, mereka akan merasa malu. Itu sebabnya sebagian arab mengaku Ismael, anaknya Abraham, sebagai kakek moyang mereka. Individu2 ini percaya bahwa Romawi, Yunani dan Persia juga keturunan dari Abraham dan orang Arab tidak ingin ‘kalah’ dan merasa rendah diri dibanding mereka; jadi mereka menciptakan silsilah palsu versi mereka sendiri.

Pengakuan orang Arab keturunan Ismael pertama muncul di jaman Muhammad dan disambut oleh Ahnaf, sebuah keiompok pemujaan.

Pengakuan keturunan Ismael tidak pernah dibuktikan sebelum kedatangan islam. Jika hal itu diakui oleh beberapa individu dijaman Muhammad, maka kelompok individu itu mestilah jumlahnya sangat kecil dg tujuan ingin meningkatkan etnisitas mereka agar bisa bersaing dengan etnis lain yang juga mengklaim keturunan Abraham, seperti orang2 Persia. Mereka juga ingin bersaing dengan Yahudi yang mengenalkan diri mereka berbeda dari orang Arab, meskipun sama2 tinggal di Arabia, dan percaya pada Tuhan sejati. Kelompok2 kecil ini disebut ‘Ahnaf’ dan hidup di Mekah. Muhammad tinggal bersama mereka dan dia terpengaruh oleh ide2 mereka. Utamanya aliran Kristen Arab yg bercampur dengan kultus Gnostik dan sekte Sabian yang membentuk kelompok ini. Banyak dari mereka berasal dari Kuhhan, pendeta2 yang beragama Jinn di Arab. Jinn yg juga dikenal sebagai setan.

Silsilah palsu diciptakan oleh Ibnu Ishak, yg mana para Muslim mendasarkan pengakuan mereka sbg keturunan Ismael.

Sekitar 773 M, berabad setelah islam dimulai, Ibn ishak mengarang sebuah silsilah yang menghubungkan Muhammad dengan Ismael. Saat ini, gagasan bahwa orang Arab berasal dari keturunan Ismael telah diterima begitu saja oleh semua muslim. Tapi ketika Ibnu Ishak menciptakan silsilah ini, dia dituduh oleh sekelompok cendekiawan sejamannya sebagai “mengarang silsilah palsu.” Sangat menarik bagi kita utk melihat bahwa bukan saja bangsa2 awal ini bergerombol berusaha masuk kebawah ‘ketiak’ Abraham, baik melalui Ishak ataupun Ismael, tapi ini juga menandakan betapa jauh dari kebenaran islam itu ketika ditelaah jaman sekarang.

Para cendekiawan arab mengaku tidak punya referensi apapun dijaman Arab sebelum islam mengenai silsilah yang katanya menghubungkan orang2 Arab dengan Shem, anaknya Nuh. Lalu bagaimana bisa Ibnu Ishak muncul dengan silsilah yang menghubungkan Muhammad dengan Ismael? Saya mengutip al-Husseini, yang menuliskan perkataan Saad Zaglul dan Ibnu Khaldun:

Dalam kenyataannya, tidak ada sisa yg tertinggal bagi para penghuni Arab, baik itu penemuan arkeologis ataupun puisi2, yang mengindikasikan bahwa orang Arab percaya mereka adalah keturunan Shem, anaknya Nuh. Lebih jauh lagi, usaha2 para penulis muslim dalam hal silsilah semacam itu, membuat mereka jatuh lebih dalam lagi pada rasa malu dan kontradiksi, ketika mereka mencoba mengarah silsilah dan menciptakan sejarah utk mengisi kekosongan antara orang2 Arab dan bangsa2 lain yang telah ‘diarabisasi’. [26]
[26] Lutfi Abdel Wahab al-Husseini, Al-Arab Fi al-’Usur al-Khadimah, Dar al-Nahthah al-Arabiah, Beirut-1978, pages 84-85; citing Saad Zaglul Abel Hamid, Fi Tarikh al-Arab Khabl al-Islam, Beirut, 1975, page 84; citing Ibn Khaldun, 2, page 47 and footnote 3 of the same page.

ISMAEL TIDAK PUNYA PERAN SPIRITUAL UTK LANDASAN MEMBANGUN SEBUAH AGAMA

Perkataan Allah tentang Ismael dan keturunannya telah dipenuhi, bahwa mereka akan tinggal dekat Israel dan hidup sebagai bangsa biadab

Meski Ismael tidak pernah jadi nabi, Muhammad ngotot menghubungkan dirinya pada Abraham lewat Ismael. Kita baca tentang Ismael dalam alkitab, dan alkitab tidak pernah menaruh atribut spiritual apapun baginya. Hidupnya dijelaskan oleh seorang malaikat yang muncul pada ibunya Hagar di gurun ketika dia mengandung Ismael dan lari dari Sarah, istrinya Abraham. Ini adalah perkataan malaikat yang menjelaskan mengenai Ismael dan masa depannya. Dalam Kejadian 16:11-12

16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

Ketika sang malaikat mengatakan bahwa Ismael akan “ditempat kediamannya menentang semua saudaranya,” dia sedang membicarakan lokasi. Ismael akan tinggal ditempat yang sama seperti ishak, anak Abraham dari Sarah. Kita tahu bahwa keturunan dari Yakub adalah orang2 Israel. Tanah dimana mereka tinggal adalah Palestina. Keturunan dari saudaranya Yakub, Esau, adalah suku Edom yang tinggal di Jordania selatan. Ismael dan keturunannya tinggal diantara keturunan Ishak dan keturunan Esau, dibagian timurlaut Sinai, menggenapkan perkataan Tuhan mengenai lokasi tempat tinggal dari Ismael. Sejarah juga memastikan ramalan ini, seperti telah saya tunjukkan sebelumnya tentang kaum Ismael. Malah, ismael dan keturunannya yg terus tinggal disana telah terbukti secara sejarah, seperti yang telah kita pelajari tentang kaum ismael.

Tapi, kita tidak melihat janji apapun dalam alkitab mengenai peran Ismael dalam hal spiritual. Malah, kita baca tentang kehidupan biadab dari keturunan2nya, persis seperti yang telah diramalkan, seperti keledai liar. Mereka terus menerus bermusuhan dengan keturunan Yakub dan Esau. Ramalan mengenai Ismael telah digenapi. Mereka terkenal sepanjang sejarah sebagai kaum nomad yang menyerang dan diserang oleh bangsa2 sekitarnya. Kita lihat sepanjang sejarah Sinai hingga abad 10 SM dan juga setelah abad 10 SM, ketika banyak dari mereka meninggalkan Sinai. Mereka meneruskan karakter biadab mereka, menyerang negara2 tetangga seperti Assyria dan Chaldean. Bangsa2 ini, akibatnya menyerang balik. Ini terus menerus terjadi hingga suku2 nomad keturunan Ismael terserap kedalam etnis lain dan punah setelah abad 7 SM.

Tuhan membuat perjanjian dengan keturunan Ishak karena Dia bermaksud memakai garis keturunan itu. Semua Nabi Sejati berasal dari garis keturunan tsb

Munculnya malaikat saat itu bukan satu2nya kemunculan malaikat utk mengumumkan kelahiran seorang anak. Biasanya, kemunculan malaikat itu beserta ramalan akan masa depan si anak tsb. Kita lihat hal demikian juga bagi ishak. Tuhan menjanjikan Abraham bahwa ia akan menjadi bapak bangsa2 yg diberkati diseluruh bumi, keturunannya juga akan melahirkan seorang juru selamat, maksudnya Yesus Kristus, yang juga adalah keturunan Abraham. Tuhan berkata pada Abraham bahwa perjanjian ini akan digenapi lewat keturunan dari Ishak, anak Abraham lewat Sarah. Yesus Kristus merupakan keturunan Ishak.

Tujuan Tuhan dalam sejarah diungkapkan di alkitab. Disebut Perjanjian (Covenant), karena lewat janji itu Tuhan mengobligasikan DiriNya Sendiri utk memenuhi janji kedatangannya sendiri dalam bentuk darah daging utk menebus dosa manusia. Tuhan memastikan kembali janjiNya ini tiap kali seseorang penting dilahirkan dalam silsilah keturunan Ishak, yang pada akhirnya berujung pada Yesus Kristus sebagai Mesias. Tuhan juga memberi berkat spiritualnya pada garis silsilah tsb, jadi Tuhan telah ‘menandai’ garis silsilah Ishak sejak awal.

Ada anggota keluarga lain dari keluarga Abraham yang tidak dimasukkan kedalam perjanjian Tuhan ini. Utk anggota keluarga ini, mereka diberi janji materi dan dikatakan akan makmur sebagai bangsa. Satu contoh adalah bangsa yang diturunkan dari Esau, anak Ishak. Esau tidak dipilih menjadi garis silsilah Perjanjian, tapi saudaranya Yakub yang terpilih. Kita tahu bahwa semua nabi berasal dari garis Yakub hingga Yesus lahir.

Tuhan menunjuk keturunan Abraham dan keturunan Lot sebagai bapak pendiri bangsa2, tapi dia membuat PerjanjianNya dengan Ishak dan Yakub anaknya.

Seperti juga anak2 Abraham yg lain, selain Ishak, Ismael tidak dipilih. Tapi Ismael diberkati utk menjadi bapak bagi bangsa2 nya sendiri.

Meski bangsa2 keturunan Ismael bertahan selama berabad-abad, tetap saja mereka tidak diberi Perjanjian secara Spiritual. Tuhan memberkati Abraham sedemikian sehingga Dia mengijinkan keturunan Lot, ponakan Abraham, membentuk dua bangsa, Ammon dan Moab, yang hidup hingga abad 6 SM. Tuhan mengijinkan cucu Abraham, Esau, menjadi Bapak Bangsa Edom. Cucu Abraham dari perkawinannya dengan Keturah, menjadi bapak bangsa Midian. Mengingat hal2 ini, jelas bagi kita bahwa perkataan Tuhan pada Abraham ketika menjanjikan Ismael menjadi bapak bangsa juga. Sejarah memastikan apa yang dijanjikan Tuhan dan kita melihat buktinya kaum Ismael membentuk sebuah bangsa dan hidup di Sinai berdekatan dengan bangsa2 lain yang juga diturunkan dari Abraham dan ponakannya, Lot.

Ismael tidak termasuk Perjanjian Spiritual dengan Tuhan. Perjanjian garis keturunan Nabi2.

Kita lihat perbedaan Perjanjian yg Tuhan buat utk garis keturunan Nabi dan yang bukan. Yang bukan tetap dijanjikan menjadi bapak bangsa. Kejadian 17:15-22

17:15. Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”
17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”
17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
17:22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.

Sulit bagi Abraham utk percaya, ketika dia berumur 100 th dan istrinya 90th, mereka bisa punya anak. Jadi ketika dijanjikan Tuhan akan punya anak, Abraham pikir “mustahil.” Itu sebabnya dia meminta Tuhan agar “ismail juga diperkenankan hidup dihadapan-Mu!” Abraham ingin Tuhan memilih Ismael. Tapi jawaban Tuhan jelas. “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.” Jawabannya jelas “TIDAK!” Ismael tidak akan menjadi bagian dari maksud/rencana Tuhan bagi penyelamatan dosa manusia.

Janji Ismael akan memperanakan 12 raja tidak bisa dihubungkan dengan bangsa Arab.

Banyak orang berpikir, ketika Tuhan bilang “Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”, bangsa yang dimaksud adalah bangsa Arab. Tapi, sudah jelas bahwa arab tidak berasal dari suku Ismael, karena kaum ismael telah punah pada abad 7SM.

Janji Tuhan adalah “Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”. Dari Ismael akan muncul 12 raja, maksudnya 12 suku. Ini telah terpenuhi secara sejarah. Dua belas suku yang mendiami Sinai, sebagian diantaranya setelah abad 10SM. Mereka menyebar di Fertile Crescent, kebanyakan digurun antara Syria, Jordan dan Irak. Orang Arab tidak mungkin termasuk kedalam 12 suku Ismael ini, karena ada 19 bangsa Arab. Kita juga melihat bagaimana suku Ismael yang nomad menjadi musnah, tapi suku2 yang datang dari Arab mendominasi seluruh Timur Tengah. Jadi tidak bisa dibayangkan dua belas suku ismael yang nomaden, berkelana di gurun Sinai dan Syro-Mesopotamia, mewakili dunia arab.

Istilah “bangsa yang besar” di alkitab mengacu pada beberapa suku. Ini menguatkan fakta bahwa ramalan tentang keturunan Ismael akan menjadi “bangsa yg besar” dipenuhi oleh 12 suku Ismael di Sinai.

Utk mengerti pemakaian kata “bangsa” dalam alkitab, kita harus melihat bagaimana hal itu dimengerti dijamannya Abraham. Banyak ayat dalam alkitab memakai kata “bangsa” bagi sekelompok penghuni yang jumlahnya hanya segelintir atau sekota kecil saja. Contoh, dalam Kejadian Bab 20 kita lihat Abraham pindah dari Palestina selatan ke Sinai Selatan, sebuah kota yang berada diantara gurun Shur dan Kades, yang disebut Gerar. Gerar belakangan disebuat sebagai sebuah “bangsa”.

Abraham disana mengatakan Sarah, istrinya, adalah saudaranya. Karena Sarah Cantik, dia takut akan terbunuh sebab Raja Gerar, Abimelekh menginginkan Sarah. Tapi Tuhan memperingatkan Abimelekh dalam mimpi.

20:1. Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
20:3. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
20:4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
20:5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”
20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.

Abimelekh menyebut kotanya sebagai “bangsa”. Alkitab, dalam kitab Kejadian memakai istilah “bangsa yg besar” utk menyebutkan suku2 yang sebenarnya hanya terdiri dari sejumlah kecil anggota, atau juga pada suku yang terdiri dari satu sampai 2 juta anggota. Satu contoh lain utk istilah bangsa bagi kelompok besar juga ditemukan dalam Kitab Kejadian 46:3,4.

46:3 Lalu firman-Nya: “Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.

Menurut ayat 27 dari bab itu, hanya 70 orang yang berangkat ke Mesir. Mereka tinggal disana selama 400 tahun, dan jumlahnya selama itu meningkat pesat. Jika kita baca di Keluaran 13:37, jumlah mereka yang meninggalkan mesir adalah sekitar 600 ribu orang, belum termasuk anak2. Sejarawan memperkirakan ada hampir satu juta orang israel yang keluar dari Mesir. Alkitab bicara mengenai israel sebagai sebuah “bangsa yang besar” seperti yg kita baca dalam Kejadian 12:2, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar.” Kalimat khusus “bangsa yang besar” sama seperti yang dipakai ketika jaman Abraham dan Yakub, dimaksud utk menyebutkan beberapa suku yang berjumlah satu sampai 2 juta orang. Jadi, gimana bisa perkataan Tuhan mengenai keturunan Ismael akan menjadi bangsa yang besar tidak terpenuhi dalam 12 suku Ismael yang hidup di gurun Sinai? Kita punya gambaran akan jumlah besar dari kaum Ismael ketika mereka memerangi Israel jaman Gideon. Kitab Hakim2 bab 7 ayat 12 menyebutkan bahwa penghuni2 Sinai membentuk sekutu dengan kaum Ismael, Midian dan Amalek.

7:12 Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.

Istilah “bangsa” juga diterapkan pada suku. Kita lihat dalam Kejadian 35:11, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.” Yang dimaksud adalah 12 Suku Israel. Disini sebuah “Bangsa yg Besar” adalah “sekumpulan bangsa-bangsa”, seperti orang2 Israel di Mesir atau Kaum Ismael di Sinai

Menciptakan warisan Spiritual utk Ismael tanpa Landasan Sejarah

Ismael tidak dapat dijadikan landasan agama sejati masa depan karena Tuhan memberkatinya

Telah kita pelajari tentang Ismael, kita hanya dapatkan Ismael tidak pernah mendapat karunia spiritual apapun dari Tuhan. Tidak pernah dipilih oleh Tuhan sebagai bagian dari PerjanjianNya, seperti pada Ishak dan keturunannya. Ismael tidak pernah menunjukkan bakat spiritual yang istimewa. Alkitab tidak pernah mencatat satupun ucapan dari Ismael yang menunjukkan hubungannya dengan Tuhan. Tak ada satupun ramalan muncul lewat mulutnya. Malah, dia diramalkan akan seperti keledai liar, musuh semua orang, dan sejarah membuktikan demikian.

Melihat ini, bagaimana bisa Ismael jadi landasan iman monoteistik, seperti yang diklaim islam? Jika Tuhan bermaksud membangun iman monoteis lewat Ismael, lalu kenapa nabi2 muncul bukan dari keturunan Ismael, tapi malah dari keturunan Ishak dan anaknya Yakub? Landasan yang kuat sangat penting bagi ini. Tak seorangpun menggali dalam2, mengisinya dengan semen dan beton utk fondasi gedung, lalu pindah dari fondasi yang sudah dibuat itu, dan membangun gedungnya diatas pasir. Gimana bisa Tuhan menaruh fondasinya di Perjanjian Lama lewat banyak nabi yang keturunan dari Ishak, lalu membiarkan fondasi2 yg Dia bangun selama 2000 tahun itu? Melakukan hal demikian berarti mengkontradiksi apa yang Dia janjikan. Ramalan nabi2 keturunan Ishak membangun fondasi yang kuat. Sepanjang sejarah kuno, nabi2 semua berasal dari garis keturunan Ishak. Tak satupun keturunan Ismael yang pernah mengklaim peran Spiritual, mereka juga tidak pernah mengucapkan atau melakukan peran spiritual. Sepertinya keturunan Ismael benar2 lupa bahwa mereka itu keturunan Ismael. Dalam naskah2 kuno Assyria, hal seperti ini ditemukan di Kedar, Teima dan Dumah, mereka tidak pernah sekalipun menyebut2 tentang ismael, atau memberi nama anak2 mereka dengan nama ismael.

Dilain pihak, nama Ishak dan anaknya Yakub, diturunkan dari generasi ke generasi dalam setiap keluarga Yahudi. Keduanya dikenang sebagai kepala Israel, dan hal itu telah menjadi kebiasaan sepanjang sejarah mereka.

Daerah dimana Mekah belakangan dibangun tidak pernah jadi tempat menarik atau kunjungan dari kaum Ismael

Kita tahu Mekah tidak ada sebelum abad 4 Masehi. Tapi, mari kita kesampingkan dulu fakta ini, kita misalkan Ismael pergi ke Mekah dan membangun Tempat Pemujaan disana. Tempat Pemujaan itu mestilah jadi aspek paling penting dalam keberadaan hidup Ismael. Kaum Ismael mestilah menyebut2 Tempat Pemujaan itu dalam dokumen2 sejarah mereka. Tapi buktinya Tempat Pemujaan yang pertama dibangun adalah di Kades, Sinai, lalu pindah ke Dumah ketika sebagian dari suku itu keluar dari Sinai dan jadi penghuni gurun di Fertile Crescent.

Kenapa kita tidak melihat satupun dari mereka melakukan ziarah ke Mekah? Jika tempat Pemujaan di Mekah dibangun oleh Bapak mereka ismael, maka tempat ini mestilah jadi bahan pembicaraan terus menerus. Ribuan kaum Ismael mestilah berangkat kesana dan membangun kota2 disekitarnya. Kampanye2 Militer dibangun utk melindunginya dan setiap suku mestilah mencoba menguasainya. Tapi, studi sejarah dari suku Ismael menunjukkan tak seorangpun pernah mendengar tentang Mekah. Tak satupun suku pindah jauh ke selatan dari Teima, malah mereka pindahnya ke utara. Tak ada satupun kota dibangun oleh keturunan Ismael didaerah sekitar Mekah. Tak ada satupun petunjuk adanya ziarah kedaerah dimana Mekah belakangan dibangun.

Kaum Ismael tak pernah menunjukkan filosofi monoteisme, tak pernah juga Tuhan menegur mereka akan tradisi penyembahan berhala mereka; ini kebalikan dari apa yang dialami orang2 Israel.

Dalam mempelajari kehidupan religius orang2 Ismael, tak pernah kita dapatkan kepercayaan akan Tuhan yang Esa. Mereka tidak pernah menyebut2 Tuhannya Abraham. Mereka dikenal sebagai penyembah berhala, politeis. Sebaliknya, orang2 yang berasal dari keturunan Ishak dikenal hanya menyembah satu Tuhan, Tuhannya Abraham. Meski beberapa raja Israel menyembah berhala, bangsa itu dengan cepat bangkit menentangnya, dan setiap mereka bangkit, mereka menunjukkan warisan yg mendarah daging dalam budaya mereka, yang mendukung iman yg mereka terima dari kakek moyang mereka yang disebut Tuhan monoteistik. Jika Ismael yang dipilih oleh Tuhan utk menciptakan agama monoteis, seperti yang diklaim islam, Tuhan tidak akan pernah mengijikan keturunan2 Ismael masuk kedalam penyembahan berhala lebih lama dan dalam sepanjang sejarah mereka, hingga mereka musnah abad 7 SM. Muslim perlu berkaca dari fakta2 ini. Mencoba membangun iman tanpa fondasi adalah melawan kehendak Tuhan yang telah dipatri dalam Sejarah. Tidak saja kita tidak bisa melihat adanya nabi2 muncul dari garis keturunan Ismael, tapi kita juga tidak bisa menemukan nabi2 yang muncul menyebut2 tentang Ismael. Tak ada dalam alkitab peran spiritual atau kenabian bagi Ismael.

Meski Ismael menikahi orang Mesir, Ibnu Ishak mengklaim dia menikahi wanita Mekah. Klaim ini tanpa fakta pendukung. Ibnu Ishak mengarang nama gaya arab bagi sang istri dan ayahnya, konsisten dengan tradisi penamaan jamannya.

Kejadian 21:21

21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Karena Hagar, ibunya Ismael adalah orang Mesir, dia nikahkan Ismael dengan wanita dari kampung halamannya sendiri. Paran kurang 300 km dari perbatasan Mesir. Ini membuatnya bisa tetap berhubungan dengan keluarga mesirnya.

Ibnu Ishak, penulis biografi Muhammad, mengklaim Ismael menikahi wanita yang dia sebut anak perempuan Mathath, anak dari Amru al-Jurhami [27]. Kita bertanya dimana Ibnu Ishak mendapat informasi ini, karena hal itu tidak pernah ada dalam dokumen manapun, dan tak ada yang menyebut2 tentang itu sebelumnya. Juga tidak biasa karena gaya penamaan seperti itu tidak ditemukan dalam naskah2 Arab Kuno, tapi merupakan gaya penamaan khas abad 8 Masehi., perioda dimana Ibnu Ishak hidup. Ibnu Ishak juga mengarang puisi arab yang dia khususkan untuk Mathath, anak Amru al-Jurhami. Puisi ini ditulis dengan gaya yang sama sejaman dengan Ibnu Ishak [28].
[27] Tarikh al-Tabari, I, page 189
[28] Tarikh al-Tabari, I, page 524

Bahasa arab adalah bahasanya Qur’an. Bahasa dimana suku Quraish, sukunya Muhammad, pakai setelah mereka berhubungan dengan orang Beduin di barat tengah Arab. Bentuk Bahasa Arab ini tidak dikenal di Arab sebelum era Kristen dan tidak dianggap sebagai bentuk bahasa Arab terkini, khususnya jika dibandingkan dengan Thamud Arabik, yang dipahat pada naskah2 kuno bertanggal abad 7 SM. Meski kamu bisa temukan bahasa Arabik Lihyanit sebelum era kristen, bahasa arab Quran adalah bentuk paling baru dari penulisan bahasa Arab yang dikenal di Arabia. Kita lihat Ibnu Ishak mengkontradiksi sejarah ketika menyebutkan puisi jamannya adalah puisi abad 21 SM. Bahasa Arab Quraish dan Quran menjadi bahasa resmi Timur Tengah, jadi Ibn Ishak menyebut puisinya sebagai puisi jaman Ismael, meski mereka ditulis dalam bahasa Arab jaman dia hidup.

Jika Muslim mau menganalisa apa yang diajarkan pada mereka dengan sejarah, mereka akan melihat bahwa menciptakan warisan spiritual pada Ismael, tidak punya landasan sejarah apapun, dan tidak ada sejarawan yang kredibel mau memunculkan ide ini. Mudah utk mengenali hal ini sebagai barang tidak asli, palsu dan karangan. Klaim ini berlawanan dengan sejarah yang menyatakan dengan akurat mengenai Ishak. Jika kita bandingkan Islam dan Kristen, kita lihat mana yang lebih kredibel jika dilihat secara sejarah. Akan membuat orang terpana jika mereka tahu kebenaran, karena kebenaran akan membuat mereka bebas merdeka.

About these ads
This entry was posted in BAGIAN 4. Bookmark the permalink.

19 Responses to Bagian IV – Perihal Keturunan Ismael dan Islam

  1. jono says:

    bertobatlah wahai muslim saudaraku

  2. murtado says:

    islam dibangun diatas dasar kebohongan maka untuk mempertahankan satu kebohongan harus diikuti oleh kebohongan lainnya. mereformasi islam sama saja dengan menguburkan islam. langkah terbaik bagi muslim adalah tinggalkan islam dan segala kebohongan yang ada di dalamnya, menjadi murtadlah dari islam dan anda akan merasakan kemerdekaan yg sepenuhnya!!!

  3. sanggar ilmu says:

    itu pendapatmu, pendapat kami sebagai orang muslim lain. jika Anda mempermasalahkan itu, orang muslim juga bisa mempermasalahkan mengenai trinitas. knp ada tuhan 3? logikanya dimana? negara saja jika memiliki 2 atau lebih raja akan menimbulkan kekacauan, apalagi ini Tuhan. agama Islam adalah agama logika, rasional. kalau Anda ingin mendalami mengenai agama kami, pelajarilah mengenai tauhid. maka kamu akan memahami apa dan bagaimana sebenarnya agama Islam.
    dan, jangan menyebarkan kebencian diantara umat manusia, karena seburuk-buruknya manusia adalah orang yang menyebarkan kebencian kepada orang lain.

    • c says:

      trinitas itu maksudnya adalah
      Satu Allah. yang didalamnya ada firman Allah (Yesus, biasanya digambarkan dengan Anak Allah, The Gospel), dan Roh kudus yang adalah Roh Yesus ketika di dunia (Roh yang dijanjikan Allah). Jadi, Allah sebagai Tuhan tetep 1 (God), Yesus digambarkan sebagai Firman yang hidup, Anak (bagian dari) Allah, yang akan menjadi Hakim nanti, Nabi yang paling diberkati, Raja para nabi (Lord), dan Roh kudus (Roh yang diberikan Allah ; pengetahuan, iman, dan keselamatan, lambang dari Roh Yesus di dunia). Itu maksud trinitas, teman… :)
      Memang ada banyak masyarakat yang salah menanggapi. Tapi bukannya menemukan jawaban ke tempat yang seharusnya, malah mencari di tempat tanpa jawaban.
      Ada yang pernah nulis, “Carilah benda yang hilang di tempat kamu kehilangan benda tersebut.”
      Kalo ga ngerti soal trinitas, tanya ke Pastor/uskup/paus sekalian. Bukan ke ustad… Itu kayak nyari kunci yang jatoh di garasi tapi nyari di ruang tamu.. hahaha..

      Iya.. agama islam rasional. Bener. Ga ada yang bilang salah.. Tradisi sholat, rasional. Sama seperti tradisi agama lain. Rasional.
      Jadi jangan bilang agama lain salah sebelum kamu belajar dengan benar agama yang kamu bilang salah.. :)

      Untuk non-muslim (dan muslim juga)
      Tau banget tentang agama kamu, belum berarti kamu hebat dan tau juga soal kebenaran agama lain. Lagipula, agama tanpa pesan yang tersampaikan, apa fungsinya agama? Pencitraan. :)

  4. adonai says:

    Ini bukan soal pendapat, melainkan kebenaran berdasarkan sejarah. Soal tuhan 3 itu Anda salah mengerti karena Anda tidak menpelajari dan mendalami kristen.
    Saya setuju dengan Anda mengenai “jangan menyebarkan kebencian diantara umat manusia”. Tujuan sebenarnya dari website ini adalah mengupas kebenaran berdasarkan fakta dan sejarah! Jadi mohon rekan-rekan untuk saling menghargai dan menghormati sesama. Hiduplah dalam kasih dan damai untuk sesama.

  5. asoy says:

    sayang nya orang yahudi sudah mulai yakin ternyata gurun sinai yang dimaksud tersebut sebenar nya mecca..

    • pieter says:

      Assalmualaikum Mas Asoy,
      Mengenai gunung sinai secara arceology tdk diragukan lagi bhw sinai sebenarnya berada di Jabal musa nya Islam yaitu tepatnya di Jabal Al-lawz dekat madyan, penduduk sekitar dan juga pemerintah saudi sdh mengetahui tempat ini, sedangkan menurut kristen dan yahudi sinai berada di semenanjung sinai mesir ini salah satu bukti merekasuka mengarang dan suka merubah-rubah ayat2 Allah Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat- tempatnya. Mereka berkata:” Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula):” Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan):” Râ`ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan:” Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.”(QS. An Nisâ’ [4];46).
      berikut blog lain berkenaan dg sinai : http://yohanes-bosco.blogspot.com/2011/08/ulangan-411-lalu-kamu-mendekat-dan.html , juga bisa lihat youtube di http://www.youtube.com/watch?v=sIiuvVxkI8k

      dan kalau kita simak dialog Avi Liplkin di atas bhw ketika Musa meninggalknan sinai bukan langsung ke north artinya bukan langsung ke Kanaan tanah perjanjian, tp menetap di desert/ wilderness sin utk wkt beberapa lama yg ke selatan tepatnya ke mekah ini pengakuan Avi L. sendiri bukan di negev spt mereka perkirakan krn tmpt ini adalah tmptnya Judah, diprediksikan Nabi Musa singgah ke madinah dan mekah atas petunjuk nabi syuaeb as/ jetro dari midyan (mertua nabi Musa as) utk berhaji bersama bani israel yg menurut penilitiannya saat itu bangsa Israel berniat utk merubah symbol pyramide mesir identik dg slaeivery (perbudakan) menuju kemerdekaanya dlm system symbol cube (ka’bah) . dan atas dasar inilah dia mengclaim bhw Ka’bah dan madinah adalah hak mutlak israel dan dg sombongnya dia akan mengambil alih kedua tempat itu suatu saat spt halnya Masjidil aqsa yerusalem, dg berbagi cara secara finansial, politik, kekerasan militer, lobi2 dsb.. patut kita kita cermati bhw konfirmasi merka (ahli kitab nasrani+ yahudi mengetahui bhw ka’bah sbg pusat bumi dan kiblat utk manusia) Allah sdh confirmasi dlm Al-baqaroh QS 2:144 :

      “Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”.
      Namun angan2 mereka utk merebut Mekah dan madinah adalah sia2 belaka krn Allah akan menjamin keamanan atas kedua tanah suci Muslim tsb sbgmn di Allah firman kan pada bebrapa ayat Al-quran contoh QS 2:125 bhw ka’bah sbg tempat berkumpul dan tempat yg AMAN bagi manusia, sbgmana juga nasib Raja nasrani Abrahadan pasukan gajanya dari yaman menghancurkan ka’bah utk mengalihkan org2 yahudi, nasrani juga masyarakat arab saat itu beralih ke gereja yg didirikan Abraha sbg pusat ibadah Al-fil QS 105, menurut prophacy Islam bhw menjelang masa2 kiamat nanti ada sepasukan dr utara menuju mekah utk mengejar Imam mahdi ketika itu pasukan ditenggelamkan Allah di bumi hanya satu org yg selamat, kemudian org ini menceritakan kejadian tsb sbg pelajaran bg seluruh manusia didunia kelak melalui media masa.

      Kemudian si Avi lipkin juga menyebut Allah swt sbg SETAN (na’udzubillah mindhalik) hanya karena Allah opposite dg pandangan hidup israel yg mereka klaim sbg bangsa termulia/terpilih dan malah Allah justru membenci Israel …, saya curiga knp yahudi skg menggunakan istillah YAHWE sbg Tuhan bukan menyebut Allah lagi sbgmana umat kristen masih menganggap Allah sbg Tuhan bapak.
      kemudian dia menyebutkan bhw bangsa israel juga kelak sperti muslim berhaji karena memang yahudi juga ada perintah haji dia bilang mesir menyebutnya haj, islam menyebutnya hajj spt skg, kalau yahudi punya istilah HAGG berarti holiday festival atau mengitari sesuatu spt ka’bah skg. kesimpulannya ternyata ibadah haji benar2 tradisi umat islam sejak jaman nabi Adam As termasuk Nabi Ibrahim,dan Nabi Musa hinggah nabi Muhammad saw.
      Demikian Mohon maaf bila salah kata kekliruan wahllualam bissawab.

  6. asoy says:

    pengertian trinitas orang kristen juga salah, bukan cuma nabi isa aja yg tuhan, kalo masuk ke dunia spiritual, disetiap tubuh manusia ini mengandung 3 unsur tersebut, pertama tuhan anak yaitu tubuh kita sendiri, kedua yaitu roh kudus, disetiap tubuh ada ruh yang kudus, tinggal bagaimana caranya memunculkan roh yang kudus tersebut, ketiga Tuhan bapak (Allah), didalam tubuh bersemayam tuhan, Namaste kalo hindu bilang, aku bersemayam dalam hati orang2 muslim kata Alqur’an ato aku lebih dekat dari urat leher mu (ternyata ada di jantung) menurut al qur’an, jadi ngapain nyembah yesus aka nabi isa, lo sembah aja diri lo sendiri, karena tuhan bersemayam dalam tubuh lo..guoblok amat nyembah2 orang lain aka yesus…dah nyata2 diri lo selevel sama yesus krn mengandung trinitas yang sama..dasar pengikut agama kristen guoblok..pengertian yg salah tentang trinitas..

  7. asoy says:

    kalo udah ketemu sama tuhan yang ada dalam diri lo aka mi’raj, setiap perkataan lo adalah perkataan tuhan, langkah lo adalah langkah tuhan, mata lo adalah mata tuhan, perbuatan lo adalah perbuatan tuhan, maka keluarlah firman2 tuhan dari mulut lo….ngerti ga lo…

  8. asoy says:

    ini bisa menjelaskan kenapa antara kitab kitab suci mirip mirip isi nya, lah yang ngomong yang itu2 juga yaitu tuhan yg bersemayam dalam diri lo, sang kebenaran sejati..walau tubuh beda2 ada abraham aka ibrahim, solomon aka sulaiman, josep aka yusuf, david aka daud, isa, muhammad, isinya sama dia2 juga..tuhan yang maha agung..duasar lo pada guoblok..

  9. asoy says:

    masalah mulai muncul di pengikut aka umat, karena keterbatasan pengetahuan atau goblok dan ilmu juga kurang dan ga mau minta penjelasan, jadi ngartiin firman jadi salah, bahasa kitab suci adalah bahasa tingkat tinggi, bahasa sastra, bahasa sloka, bahasa khiasan, bahasa makna, sebagian besar ayat2 nya adalah penuh makna bukan arti yang tertulis, butuh ilmu tinggi untuk menterjemahkannya, makanya mau belajar kitab suci harus orang2 yang cerdas, ilmu jangan nanggung kaya yang nulis nih blog, bisa sesat nanti nya dan menyesatkan orang lain, belajar dulu sana yang banyak baru nulis..tingkat pemahaman al qur’an aja ada sekitar 10 tingkat, orang goblok yang pelajarin hasilnya sesuai dengan kegoblokan nya, orang yang cerdas dan banyak ilmu pendukungnya terutama sastra dari bahasa redaksi nya hasilnya akan lebih bagus dari orang kebanyakan, itulah gunanya ilmu tafsir bukan ilmu terjemahan..
    yang nulis blog ini levelnya baru ilmu terjemahan aka kopi paste, belum level tafsir…kasihan sekali..sastra arab aja ga ngerti mau coba2 pelajarin al qur’an, ya hasilnya kelas kambing, bau busuk…kekekekkeke….

  10. papandayan says:

    ah ini yang buat blog alkitab yang kamu pakai juga kacau banyak bertentangan satu dengan yang lainnya, tahun 2020 indonesia bakal bebas dari umat para domba yang ngawur bantai habis semua para pemuja paulus

  11. ajibquk says:

    17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar

    dari sini aja sudah jelas, bahwa turunan ismail akan memperanakan Raja, khalifah besar, yaitu bangsa arab yang menguasai banyak wilayah,..terserah kamu bagaimana menafsirkan bangsa,untuk menuju persepsimu kamu mengembalikan raja itu kepala suku,..he2, itu namanya menafsirkan kitab sesuai hawa nafsumu, pemikiranmu supaya bisa masuk akal, padahal malah membawa pada kebodohanmu,..jika wilayah mekah saat itu 9jaman prasejarah arab) belum terkenal, memang belum waktunya,..tempat kelahiran ismail dmn nabi ibrahim mendapat petunjuk untuk menempatkan dilembah mekkah sekarang, kemudian membangun kabah, bukan berarti kabah sempurna,..sehingga turunannya ismail menetab di situ,.mereka mencari kehidupan yang lebih mapan dengan cara nomaden,demikian pula ismail,..kembali pada negeri asalnya,..tentang negeri arab baru muncul ketika abad 4 SB, boleh jadi saat itu sebagian turunan ismail ada yang kembali pada asalnya,..namun benar adanya bahwa turunan ismail itu banyak yang biadab, itulah namanya jaman jahiliyah,..karena saat itu yang mendapat spiritual dan petunjuk adalah turunan ishak,..turunan israel,.yang melahirkan nabi nabi,…untuk itulah kemudian kitab quran diturunkan pada turunan ismail, sebagai janji tuhan, bahwa akan dijadikan imam bagi anak turunan ibrahim, kecuali yang biadab,..kedua turunan ismail dan ishak pasti ada yang biadab,..disinilah rencana tuhan jika engkau pahami,.Dia menurunkan petunjuk kepada kaum yang sebelumnya belum pernah dapat petunjuk,..itulah turunan ismail,…Sebagai kata terakhir,..bukti bukti sejarah, hanyalah penggalan penggalan yang banyak miss link,..ketika terjadi miss link maka muncullah prasangka,.dan prasanka disesuaikan kepentingan kalian,..padahal dalam prasangka ada kemungkinan lain,..ketahuilah tiadalah mampu prasangka mencapai kebenaran,..kebenaran itu muncul dari sang Haq,.. itulah kitab kitab,sebagai kebenaran dan sayangnya utk kitab kitab kalian sudah banyak campur tangan, manusia..untuk membenarkan prasanka kalian,. JADI SUATU TULISAN BAGUS UNTUK MENGELABUHI , TAPI TERAMAT BANYAK CELAH DAN KELEMAHAN DALAM ANALISA SEHINGGA MELAHIRKAN KESIMPULAN YANG TERLALU .PREMATEUR,..

  12. sa says:

    Dari pada debate kusir, pake dalil a,b,c,d sampai z. Gak ada yg bener. Knp gak pake science modern, Untuk membuktikan siapa yg bener? Netral. TDK sailing menghujat.

    Cuma dibutuhkan keberanian :
    terutama Dari kalangan umat Muslim.

    Maka perang atas dasar perbedaan 2 agama besar didunia bisa berhenti.
    HAL YG perlu dilakukan :
    1. Lakukan tes radioaktif karbon pada kabbah
    2.lakukan tes radioaktif karbon pada makam Ibrahim di mekkah
    3.lakukan tes DNA pada tulang belulang Ibrahim.

    Result:
    1. Kabbah sekurang kurangnya harus berusia 3500tahun atau sama dengan zaman Abraham. Klu btl. Mk claim amat Islam correct, klu gak Quran hrs dirubah total. Tuhan tdk membuat kesalahan.
    2. USIA makam Ibrahim hrs sm seperti nomer 1, klu salah ” makam siapa ya??
    3. DNA tulang belulang memiliki DNA yg mirip dng DNA or ng Israel. Klu gak.makam siapa ya?

    Nah cara menselesaikan masalah dng science yg neutral Dan TDK saling menghina. Dewasa Dan pin tar

    Ayo umat Muslim berani gak hidup DLM kebenaran.
    Jng mau hidup dibodohin

    • agnez says:

      Tanya dulu apa bedanya makam da maqam… Yg di dekat kabah itu mQam, artinya petilasan, bukan kuburan..pea.
      Apanya yang dites carbon decay, dinding kabah sdh berubah ber kali kali… Yang namanya batu gak mengandung carbon, bukannya fosil..koplak

  13. ocha says:

    Bangunan Kabbah telah DIPUGAR beberapa kali.
    Sampai saat ini umat Muslim percaya tentang sejarah Kabbah yang katanya dibangun oleh Nabi Ibrahim.
    jadi jika ada yang tidak sependapat dengan kepercayaan Umat Muslim, silahkan lakukan tes karbon itu, juga pada makam Ibrahim serta tes DNA tulang belulang IBRAHIM.

    BUAT ORANG MUSLIM INGATKAH ANDA SALAH SATU TERJEMAHAN AYAT AL-QURAN : “UNTUKMU AGAMAMU, UNTUKKULAH AGAMAKU” (AL KAFIRUN :6).
    jadi kenapa masih memperdebatkan keyakinan yang lain ???? Mending benahi pemahaman tentang keyakinan sendiri. Nggak usah pake hujat segala.

  14. felly says:

    berarti ga tergenapkan janji tuhan klo ismail melahirkan 12 raja dan bangsa yg besar. karna cmn jdi kledai liar bgsa nomad yg perang” dah tu punah 7 SM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s